Dari Doa ke Amarah: Masjid Terbakar, Rakyat Menuntut Akhir Rezim

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita


EtIndonesia. Gelombang protes nasional di Iran kini memasuki hari ke-13, menandai salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979. Situasi di lapangan berkembang cepat, dengan eskalasi perlawanan rakyat di berbagai kota besar, bersamaan dengan meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dukungan Terbuka AS dan Pergerakan Militer ke Timur Tengah

Pada 10 Januari, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menulis pernyataan di platform X, menegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani dalam menghadapi tekanan rezim. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap krisis Iran.

Di hari yang sama, sejumlah akun intelijen militer sumber terbuka melacak pergerakan sebuah pesawat angkut berat C-17 Globemaster milik Angkatan Udara AS yang lepas landas dari Jerman menuju Timur Tengah. Laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington telah mulai menggunakan pesawat angkut strategis untuk memindahkan amunisi serta perlengkapan militer ke pangkalan-pangkalan regionalnya.

Selain itu, sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, terbang melintasi Teluk Persia dan wilayah udara Irak dalam sebuah misi yang tidak dipublikasikan. Para pengamat militer menilai, rangkaian penerbangan ini menunjukkan peningkatan signifikan kesiapan operasional militer AS, dan tidak menutup kemungkinan sedang mengarah pada skenario serangan besar terhadap Iran.

Teheran Membara: Gedung Pemerintah Dibakar, Jalur Utama Dikuasai Massa

Menurut laporan jurnalis senior Timur Tengah Ariel Oseran dari i24News (edisi Inggris) pada 10 Januari, para demonstran di Teheran membakar gedung-gedung pemerintahan di sedikitnya 15 distrik kota.

Blogger geopolitik Mario Nawfal, yang memiliki 2,78 juta pengikut, menulis pada hari yang sama bahwa massa demonstran telah menguasai jalur lalu lintas utama Teheran dari utara ke selatan—mulai dari Lapangan Tajrish di utara hingga Taman Velayat di selatan. Jalur ini merupakan salah satu arteri transportasi paling vital di ibu kota Iran.

Nawfal menambahkan bahwa setelah bentrokan sengit, pasukan keamanan terpaksa mundur, dan dia menerima informasi bahwa Presiden Iran disebut telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bahwa pada malam 9 Januari, rezim kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah Teheran. Kehadiran aparat keamanan hampir tidak terlihat di banyak kawasan, sementara aksi perlawanan rakyat terus berlangsung hingga larut malam. Keberadaan Ali Khamenei sendiri dilaporkan tidak diketahui.

Makam Khamenei Dibakar, Masjid Diserang, Seruan Akhir Kekuasaan Islam Menggema

Video lain yang beredar menunjukkan bahwa makam Ali Khamenei di selatan Teheran turut dibakar massa. Khamenei dikenal sebagai tokoh sentral Revolusi Islam Iran 1979 dan kerap disebut sebagai “bapak bangsa” oleh pendukung rezim. Seorang warganet membandingkan peristiwa ini dengan pembakaran Mausoleum Mao Zedong di Beijing, sebuah simbol runtuhnya legitimasi ideologis.

Selain itu, sejumlah masjid di ibu kota dilaporkan dibakar, sementara para demonstran secara terbuka menyerukan berakhirnya kekuasaan Islam di Iran. Tokoh media Tang Boqiao menyatakan bahwa hari kebebasan rakyat Iran semakin dekat.

Namun demikian, perkembangan besar ini nyaris tidak mendapat sorotan dari media arus utama internasional.

Diaspora Iran Protes BBC di London

Sebuah video memperlihatkan ribuan warga diaspora Iran berkumpul di luar kantor pusat BBC di Inggris, mengibarkan bendera singa dan matahari Dinasti Pahlavi serta bendera Israel, sebagai bentuk protes terhadap sikap diam BBC dalam melaporkan gejolak di Iran.

Pasukan Elite AS Dipindahkan, Sinyal Operasi Besar Menguat

Nawfal juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya, pada 8 Januari, unit pasukan khusus elite AS—yang sebelumnya terlibat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro—telah mulai dipindahkan ke Timur Tengah.

Lebih dari sepuluh pesawat angkut strategis AS dilaporkan menyeberangi Atlantik menuju Inggris, lalu melanjutkan penerbangan ke arah timur. Beberapa pesawat tersebut mengangkut helikopter unit Night Stalkers, yang sebelumnya berperan penting dalam menerbangkan Pasukan Delta ke Caracas.

Laporan lain menyebutkan bahwa bukan hanya Pasukan Delta, tetapi juga unit infanteri gerilya dan pasukan serbuan udara dari Eropa, sedang dipindahkan secara cepat ke kawasan Timur Tengah.

Mashhad, Bandar Abbas, Karaj: Kota-kota Strategis Dilaporkan Jatuh

Di Mashhad, kota terbesar kedua Iran dan tempat kelahiran Khamenei, jutaan warga turun ke jalan pada malam hari, meneriakkan slogan “Pahlavi telah kembali” dan “Pahlavi akan kembali”. Demonstran anti-pemerintah dilaporkan telah sepenuhnya menguasai kota, sementara pasukan keamanan terjebak di beberapa gedung pemerintah.

Video memperlihatkan kantor televisi nasional Iran dan markas kepolisian setempat dibakar oleh massa.

Di saat yang sama, ribuan demonstran merebut Bandar Abbas, pelabuhan strategis di Teluk Persia yang sangat vital bagi ekonomi dan ekspor minyak Iran. Di Karaj, kota terbesar keempat Iran, balai kota dilaporkan dibakar massa. Di Provinsi Fars, para demonstran menduduki kamp Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sementara di ibu kota Provinsi Golestan, polisi dilaporkan meletakkan senjata dan menolak menghadapi demonstran.

Keuangan Iran Lumpuh, Bank Besar Hentikan Penarikan Tunai

Dalam sebuah video, seorang komandan Iran menyerukan kepada pasukan keamanan agar tidak menggunakan senjata terhadap para pemuda demonstran, menyatakan bahwa mereka bukan musuh.

Seorang pengguna X menulis bahwa sistem keuangan Iran telah runtuh. Media Iran melaporkan bahwa bank terbesar di negara itu mengalami penarikan dana besar-besaran, hingga terpaksa menghentikan layanan penarikan tunai.

Penilaian Intelijen AS Berubah Drastis dalam Dua Hari

Pada 7 Januari, badan intelijen AS CIA masih menilai bahwa protes rakyat Iran belum cukup kuat untuk menantang rezim Khamenei. Namun hanya dalam dua hari, situasi berubah drastis. Pada 9 Januari, Axios melaporkan bahwa para pejabat AS tengah melakukan penilaian ulang terhadap situasi Iran.

Sejumlah akun intelijen sumber terbuka juga melaporkan bahwa sebuah pesawat pemerintah Iran lepas landas dari Teheran menuju arah selatan, meski belum dapat dipastikan apakah pesawat tersebut terkait langsung dengan Khamenei.

Implikasi Global: Poros Energi dan Geopolitik Terancam

Seorang warganet berkomentar bahwa jika perubahan rezim di Iran benar-benar terjadi, maka tiga jalur utama yang menopang kelangsungan hidup PKT—Rusia, Venezuela, dan Iran—akan terputus secara bersamaan. Situasi ini disebut sebagai pengepungan geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya, jauh melampaui dampak perang dagang atau pembatasan teknologi.

Para pengamat menilai bahwa strategi Amerika Serikat sangat terfokus dan presisi, karena secara langsung menargetkan jalur energi, yang merupakan urat nadi vital kekuatan geopolitik PKT.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakmania dan Bobotoh Bentrok di Depok Gara-Gara Petasan
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Sejumlah Titik Jakarta Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Deras, Polisi Alihkan Motor Masuk Tol
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Bojan Hodak Sebut Persib Layak Menang atas Persija, Tidak Anggap Penting Status Juara Paruh Musim
• 15 jam lalumerahputih.com
thumb
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkot Jakut optimalkan bazar dan pameran tingkatkan daya saing UKM
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.