Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan obat-obatan pribadi.
  • Segera matikan aliran listrik utama saat air mulai masuk ke rumah.
  • Waspadai penyakit pascabanjir dan jangan paksakan kendaraan menerobos genangan tinggi.

Suara.com - Memasuki puncak musim hujan di awal tahun 2026, curah hujan tinggi mulai memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek. Banjir tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membawa risiko serius terhadap keselamatan jiwa dan kesehatan.

Agar tetap aman dan tidak panik, berikut adalah 5 hal penting yang wajib Anda siapkan.

1. Pantau Info Cuaca dan Tinggi Muka Air Secara Real-Time

Jangan abaikan peringatan dini dari lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD. Manfaatkan aplikasi cuaca di ponsel atau pantau media sosial mereka untuk mengetahui pergerakan awan dan potensi hujan lebat. Informasi ini membantu Anda mengambil keputusan cepat, apakah tetap di rumah atau mencari rute alternatif yang lebih aman.

2. Siapkan 'Tas Siaga Bencana' (TSB)

Bagi Anda yang tinggal di kawasan rawan banjir, siapkan Tas Siaga Bencana dari sekarang. Isi tas dengan dokumen-dokumen penting (ijazah, akta, sertifikat) yang sudah dibungkus plastik kedap air. Lengkapi juga dengan pakaian ganti, obat-obatan pribadi, dan power bank yang terisi penuh. Simpan TSB di tempat yang tinggi dan mudah dijangkau.

3. Matikan Aliran Listrik Saat Air Mulai Masuk

Risiko terbesar saat banjir adalah sengatan listrik. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui letak saklar utama (MCB) agar aliran listrik dapat segera diputus saat air mulai masuk. Cabut semua kabel peralatan elektronik dari stop kontak dan pindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

4. Waspadai Penyakit Leptospirosis dan DBD

Baca Juga: Beckham Putra Ungkap Alasan Selebrasi Ice Cold saat Kalahkan Persija Jakarta

Musim hujan identik dengan ancaman penyakit. Genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk DBD dan media penyebaran bakteri Leptospirosis dari urine tikus. Selalu gunakan alas kaki pelindung seperti sepatu bot saat melintasi genangan, dan segera cuci tangan serta kaki dengan sabun antiseptik setelahnya.

5. Cek Kondisi Kendaraan Secara Berkala

Bagi yang harus beraktivitas dengan kendaraan, pastikan kondisinya prima. Periksa ketebalan ban untuk menghindari risiko tergelincir (aquaplaning) dan pastikan wiper berfungsi maksimal. Yang terpenting, jangan memaksakan diri menerobos banjir jika ketinggian air sudah melebihi knalpot untuk menghindari risiko mesin mati atau rusak parah (water hammer).

Tetap waspada dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.

____________________________

Reporter: Dinda Pramesti K


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras, Banjir Setinggi 30 Cm Rendam Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Seri Medan Dimulai, Ada Big Match Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Penjualan Mobil 2025 Turun Parah, Ini Datanya
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Tingkatkan Dana Riset, Dorong Studi Musik dan Otak
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Profil Adly Fairuz, Aktor yang Digugat Rp5 Miliar Atas Kasus Dugaan Penipuan Calo Akpol, Disebut Umbar Janji Palsu ke Korban!
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.