JAKARTA, DISWAY.ID - Suasana pilu dan miris terjadi di Iran di tengah kerusuhan yang terus membara.
Jumlah korban tewas terus meningkat di tengah situasi darurat di mana Iran menuduh dalang kerusuhan adalah duet AS dan Israel.
Terlihat deretan kantong jenazah warna hitam yang tergeletak di jalan-jalan berisikan jenazah korban kerusuhan dilansir dari Ynet News.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Trump akan menerima pengarahan pada hari Selasa mengenai berbagai opsi tanggapan, termasuk kemungkinan serangan militer, meskipun saat ini tidak ada kapal induk AS yang berada di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Iran Rusuh! 500 Korban Tewas Berjatuhan, Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan
Organisasi hak asasi manusia Iran yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, menyebutkan sedikitnya 538 orang telah tewas sejak protes dimulai sekitar dua minggu lalu, termasuk 490 pengunjuk rasa dan 48 anggota pasukan keamanan.
Jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi.
HRANA juga menyatakan bahwa lebih dari 10.600 orang telah ditangkap.
Iran telah mengalami pemutusan akses internet selama tiga hari berturut-turut.
BACA JUGA:Junjung Tinggi Kedaulatan Somalia, Indonesia Tegas Menolak Pengakuan Israel terhadap Somaliland
Kantor berita Fars berupaya menampilkan kesan situasi yang normal pada hari Minggu dengan menerbitkan foto-foto dari bazar Teheran.
Namun, video-video menunjukkan jenazah diangkut menggunakan truk pikap, sementara anggota keluarga diminta mencari kerabat mereka di antara tumpukan mayat.
BACA JUGA:Sejarah Somaliland Negara Baru yang Diakui Israel, Apa Bedanya dengan Somalila?
Dalam 12 video yang beredar secara daring, yang tampaknya diberikan oleh seseorang yang baru saja meninggalkan Iran, terlihat para kerabat menangis di samping orang-orang tercinta yang tewas dalam protes.
Deretan panjang kantong jenazah juga terlihat, disusun di halaman institut forensik tersebut.
- 1
- 2
- »





