Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara sporadis. Menurutnya, upaya tersebut harus dirancang secara matang dan terencana.
“Penanganan untuk banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin (12/1/2025).
Advertisement
Pramono menyebut, Pemda menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa air untuk mengantisipasi genangan akibat curah hujan tinggi. Detailnya, 600 unit pompa portable dan 600 lainnya pompa mobile yang dipakai ke titik-titik rawan genangan, salah satunya di Jakarta Utara akibat air laut yang naik.
“Kalau melihat curah hujan seperti sekarang, dulu pasti sudah ada genangan di mana-mana. Sekarang ini semuanya kita siagakan,” ujarnya.
“Termasuk sekarang di Ancol, memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa,” katanya.
Menurut Pramono, strategi penanganan banjir saat in adalah lewat langkah jangka pendek dan jangka menengah. Sementara untuk program jangka panjang, menurutnya membutuhkan waktu dan perencanaan yang lebih panjang.
“Yang bersifat jangka pendek dan jangka menengah itu yang kita lakukan sekarang. Kalau jangka panjang, sudah terlalu panjang untuk dipikirkan dalam kondisi darurat,” ujarnya.



