Plafon di ruang kelas SDN Pademangan Timur 05, Jakarta Utara, ambruk saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (12/1) pagi. Peristiwa itu terjadi ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Wakil Kepala Sekolah SDN Pademangan Timur 05, M. Saipul, menjelaskan plafon ambruk terjadi di lantai 4 sekolah, tepatnya di area koridor dan beberapa ruang kelas. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.
“Yang terdampak itu di lantai 4, ada jalan-jalan (koridor).. Ada beberapa kelas yang memang benar-benar terdampak akibat dari jebolnya plafon. Hari ini sekitar jam setengah sembilan pagi, itu ketika pembelajaran berlangsung,” ujar Saipul.
Ia menuturkan hujan deras diduga menjadi pemicu air masuk ke plafon hingga akhirnya roboh. Saat kejadian, sebagian siswa baru selesai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara sebagian lainnya sudah mulai belajar di kelas.
“Tiba-tiba karena hujan deras mungkin ya, saya tidak tahu air itu arahannya dari mana, tiba-tiba mengenai plafon hingga jebol. Akhirnya anak-anak langsung kami evakuasi turun ke lantai satu untuk mengosongkan kelas. Alhamdulillah tidak ada korban,” jelasnya.
Saipul menyebut kerusakan awal terjadi di kelas 6B, lalu merembet ke kelas 6C, 5B, hingga beberapa ruang kelas lainnya. Total, ada sekitar enam kelas yang terdampak. Sementara ruang lain seperti ruang komputer dipastikan aman.
Untuk mengantisipasi bahaya korsleting, pihak sekolah memutus aliran listrik dan memulangkan siswa secara bertahap.
“Air bocor dari lantai 4 merembes sampai ke lantai 3 dan melalui instalasi listrik. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan, makanya listrik kami matikan," katanya
"Untuk kondisi siswa, para siswa sudah kami pulangkan,” imbuhnya.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke rumah hingga kondisi dinilai aman. Namun pihak sekolah berharap aktivitas pembelajaran bisa kembali berjalan normal untuk kelas yang tidak terdampak.
“Untuk sementara hari ini dialihkan di rumah (PJJ). Tapi untuk besok, mudah-mudahan besok sudah bisa dilaksanakan secara efektif seperti biasa di lantai 1, 2, dan 3. Untuk kelas 5 dan 6 selama perbaikan mungkin akan kami atur jadwalnya, atau mungkin bisa pembelajaran jarak jauh (PJJ)” ujar Saipul.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah. Tadi sudah ada informasi dari BPBD dan pemerintah datang melihat kondisi pascakejadian,” tambahnya.
Saipul memastikan tidak ada siswa maupun guru yang mengalami luka dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah.





