GenPI.co - China menghentikan pengiriman barang strategis ke Jepang yang dinilai bisa dimanfaatkan untuk kepentingan militer.
Kebijakan ini diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Beijing-Tokyo, khususnya terkait isu Taiwan.
Kementerian Perdagangan China menjelaskan larangan tersebut mencakup ekspor barang-barang dwiguna kepada militer Jepang dan seluruh pengguna akhir lain yang dinilai berpotensi meningkatkan kemampuan militer Jepang.
China menyebut kebijakan ini diterapkan untuk memastikan pengendalian ekspor sejalan dengan kepentingan keamanan nasional.
Kebijakan ini langsung memicu reaksi keras dari Tokyo.
Kepala Urusan Asia-Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang Masaaki Kanai menyampaikan protes kepada Wakil Konsul China Shi Yong.
Kanai menilai langkah China yang secara khusus menargetkan Jepang dan menyimpang dari praktik internasional sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.
"Kami menuntut agar larangan ekspor ini segera dicabut," ujarnya, dilansir AP News, Minggu (11/1).
Hubungan bilateral Jepang dan China memang mengalami penurunan tajam.
Pada Desember lalu, Tokyo melaporkan pesawat militer China mengunci radar pada jet tempur Jepang, meski kedua pihak berada dalam jarak aman.
Insiden tersebut memperburuk suasana dan memperkuat kekhawatiran Tokyo terhadap aktivitas militer Beijing.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang makin gencar meningkatkan kapasitas dan kesiapan militernya.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengecam apa yang dia sebut sebagai kekuatan pro-kemerdekaan di Jepang dan Taiwan.
Wang menuduh Jepang secara terang-terangan menantang kedaulatan teritorial China dan tatanan internasional pasca-Perang Dunia II. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:




