Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog menegaskan bahwa rencana pemerintah menerapkan beras satu harga eceran tertinggi (HET) hanya akan berlaku untuk jenis beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat pada Senin (12/1/2026).
“Kami sudah menghitung untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP-nya, bukan beras premium, ya,” kata Rizal.
Dia menjelaskan, rencana HET beras SPHP yang dijual kepada masyarakat nantinya ialah sebesar Rp12.500 per kilogram.
Sementara itu, di tingkat pengecer, Bulog akan menerapkan harga Rp11.000 per kilogram dari beras SPHP di gudang Bulog di seluruh Tanah Air.
“Keluar gudang itu dari gudang bulog, jadi para pengecer itu mendapat keuntungan Rp1.500,” ujar Rizal.
Baca Juga
- Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dijual Lebih dari 2 Kemasan per Orang
- Bulog Ubah Skema Penyaluran Beras SPHP 2026, Target 1,5 Juta Ton Sepanjang Tahun
- Zulhas: 52.400 Ton SPHP Jagung Diperpanjang hingga Januari 2026
Ketika ditanya kapan rencana ini akan mulai berlaku, dia menyampaikan bahwa pada prinsipnya, jajaran kementerian hingga Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau.
Namun demikian, Bulog masih menunggu arahan lebih lanjut, khususnya mengenai peningkatan margin fee penugasan serapan pemerintah yang sebesar 7%. Hal ini akan menentukan mekanisme subsidi silang dalam penerapan beras SPHP satu harga di seluruh Tanah Air.
Sebelumnya, pemerintah tengah berancang-ancang menerapkan skema beras satu harga eceran tertinggi (HET) pada 2026, beralih dari yang saat ini terbagi ke dalam tiga zona.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah ingin harga beras baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa memiliki harga jual yang sama, seperti skema yang telah berjalan dalam penjualan bahan bakar minyak.
“Sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah, satu harga. Ini kita akan usahakan di tahun 2026 ini beras satu harga di mana pun berada,” kata Zulhas dalam kesempatan yang sama.





