Guiyang (ANTARA) - Sementara berbagai destinasi wisata ikonis di seluruh China dipadati pengunjung selama liburan Tahun Baru, kalangan muda di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, justru memilih gaya hidup yang unik, yakni menikmati kopi spesial pada siang hari dan berkumpul sambil mencicipi bir artisan lokal yang khas pada malam hari.
Orang-orang menikmati diri mereka di sebuah kedai kopi di sebuah kompleks komersial di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, 8 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Budaya "kopi pada siang hari, bir pada malam hari" tersebut menjelma sebagai ciri khas suasana liburan di kota tersebut sekaligus pendorong baru bagi perekonomiannya yang berbasis konsumsi. Meski tidak memproduksi biji kopi, Guiyang berkembang menjadi salah satu pusat kopi terkemuka. Saat ini, kota itu memiliki lebih dari 3.000 kafe dan telah melahirkan lebih dari 10 juara tingkat nasional dan internasional dalam bidang penyangraian dan peracikan kopi.
Orang-orang mengunjungi Pasar Qingyun di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, 5 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Pelanggan minum bir di sebuah restoran di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 25 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Seorang pekerja menyiapkan minuman teh bergaya baru di sebuah toko minuman di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 23 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Pelanggan minum bir di sebuah restoran di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 25 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Kota Guiyang berkomitmen melakukan pembaruan dan revitalisasi area pabrik, jalanan, dan kawasan komersial tua. Jalan-jalan yang telah direvitalisasi, seperti jalan Taiping, Minsheng, dan Qingyun, menjadi ruang yang semarak untuk bersantai dan berbelanja, yang mendorong vitalitas konsumsi perkotaan dan menambah daya tarik kota bagi kaum muda.
Orang-orang menikmati diri mereka di sebuah kedai kopi di sebuah kompleks komersial di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, 8 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Budaya "kopi pada siang hari, bir pada malam hari" tersebut menjelma sebagai ciri khas suasana liburan di kota tersebut sekaligus pendorong baru bagi perekonomiannya yang berbasis konsumsi. Meski tidak memproduksi biji kopi, Guiyang berkembang menjadi salah satu pusat kopi terkemuka. Saat ini, kota itu memiliki lebih dari 3.000 kafe dan telah melahirkan lebih dari 10 juara tingkat nasional dan internasional dalam bidang penyangraian dan peracikan kopi.
Orang-orang mengunjungi Pasar Qingyun di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, 5 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Pelanggan minum bir di sebuah restoran di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 25 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Seorang pekerja menyiapkan minuman teh bergaya baru di sebuah toko minuman di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 23 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Pelanggan minum bir di sebuah restoran di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 25 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin
Kota Guiyang berkomitmen melakukan pembaruan dan revitalisasi area pabrik, jalanan, dan kawasan komersial tua. Jalan-jalan yang telah direvitalisasi, seperti jalan Taiping, Minsheng, dan Qingyun, menjadi ruang yang semarak untuk bersantai dan berbelanja, yang mendorong vitalitas konsumsi perkotaan dan menambah daya tarik kota bagi kaum muda.





