Jaring Penahan Investor Asing Tak Kabur saat Defisit APBN Bengkak Hampir 3%

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sepanjang 2025 melebar menjadi 2,92% dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp695,1 triliun. Kondisi ini berpotensi menyulut investor asing keluar dari pasar modal Indonesia.

Namun demikian, aksi beli bersih atau net buy asing yang ditorehkan pasar saham masih memberi tanda-tanda masih adanya jaring penahan arus modal keluar (capital outflow).

Pada saat defisit APBN diumumkan Jumat (9/1/2026), indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,13% ke 8.936, diikuti oleh net buy asing sebesar Rp256,88 miliar. Walau nilai bersih positif, angkanya susut dibanding net buy asing Rp948,87 miliar pada perdagangan Kamis (8/1).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan saat ini kondisi fiskal Indonesia sedang berada di titik yang cukup krusial. Defisit APBN yang membengkak dan mendekati ambang batas 3%, menandakan bahwa pemerintah sedang melakukan ekspansi belanja besar-besaran, yang jika tidak dikelola dengan hati-hati dapat menekan stabilitas ekonomi makro.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

"Risiko keluarnya aliran modal asing tetap ada, terutama jika nilai tukar rupiah melemah akibat beban utang yang meningkat. Namun, pengetatan net buy yang terjadi saat ini lebih bersifat konsolidasi daripada kepanikan masif," ujarnya pada Bisnis, Senin (12/1/2026).

Baca Juga : Fluktuasi Tinggi IHSG Ambles 2% Saat Perdagangan Intraday, Apa Penyebabnya?

Di sisi pasar keuangan, rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp16.855 per dolar AS, menandai depresiasi dalam tujuh hari perdagangan beruntun. Bahkan, level rupiah saat ini menjadi yang paling rendah sejak April 2025.

Dalam situasi ini, David menilai ada sejumlah katalis positif yang dapat menahan capital outflow pasar saham. Pertama, meskipun APBN mengalami defisit yang makin lebar, apabila belanja negara benar-benar disalurkan untuk proyek produktif yang mampu mendorong pertumbuhan PDB di atas 5,3% maka investor asing menurutnya akan tetap bertahan.

Kedua, faktor suku bunga. David bilang, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed atau Bank Indonesia tetap stabil sehingga dapat menjadi penyeimbang. Saat prospek suku bunga lebih rendah, hal ini cenderung meningkatkan daya tarik aset berisiko seperti saham.

"Ketiga adalah kredibilitas Menteri Keuangan. Komitmen pemerintah untuk menurunkan defisit ke level 2,68% di tahun 2026 menjadi kunci kepercayaan jangka panjang," tandasnya.

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan defisit APBN yang melebar mendekati 3% dari PDB tentu akan menjadi perhatian asing. Namun, menurutnya sejauh ini persepsi pasar masih relatif terjaga selama pemerintah mampu menunjukkan kredibilitas, stabilitas makro serta komitmen menjaga rasio utang tetap terkendali. 

"Capital outflow potensi terjadi apabila defisit APBN diikuti dengan tekanan pada nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi dan ketidakpastian kebijakan," kata Reydi.

Baca Juga : Sempat Ambles 2%, IHSG Ditutup Koreksi 0,58% Hari Ini (12/1)

Hari ini, IHSG mengakhiri perdagangan dengan koreksi 0,58% ke 8.884,72. Indeks komposit tak mampu bertahan di zona hijau meski sempat menyentuh level 9.000 pada perdagangan intraday. Koreksi indeks komposit tertekan oleh sebanyak 459 saham yang ditutup melemah. Sisanya sebanyak 293 saham menguat dan 206 saham tidak berubah. 

Dalam situasi pasar saat ini, Reydi menyarankan agar investor fokus pada saham-saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi.

"Di saat banyak terjadi noise di bursa, akumulasi bertahap bisa jadi strategi yang cocok, sambil mencermati perkembangan perekonomian ke depan," pungkasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Daan Mogot Jakbar perparah kemacetan lalu lintas
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kecewa Eksepsinya Ditolak, Nadiem Singgung Google di Sidang Korupsi Chromebooks
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Siap Diumumkan, Michael Carrick Jadi Favorit Pelatih Sementara MU
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pramono Anung Ziarah ke Makam Pahlawan MH Thamrin
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waspada Modus Penipuan Baru, Sasar Kolong Mobil Pakai Helm Motor
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.