Ditanya soal Relawan Kesehatan Terbang ke Medan Lewat Malaysia Karena Harga Tiket Mahal, Menkes: Tersisa Kelas Bisnis

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat soal isu relawan Kesehatan terbang ke Medan lewat Malaysia karena harga tiket pesawat mahal. Kemudian, hal itu ditanya awak media kepada Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Budi Gunadi langsung berikan jawaban menohok. Kata dia, kondisi tersebut sempat terjadi karena bertepatan dengan musim liburan di akhir tahun.

Menjelang akhir tahun, khusus untuk rute ke Medan, terjadi lonjakan permintaan tiket karena musim Nataru.

“Semua relawan datang ke Medan, sementara pemerintah juga memberikan diskon tiket. Akibatnya, tiket ekonomi tidak tersedia, dan hanya tersisa kelas bisnis yang lebih mahal,” jelasnya dalam konferensi pers via daring di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Lanjutnya menjelaskan, bahwa kondisi tersebut sudah normal.

Kendala soal tiket penerbangan yang mahal hanya bersifat sementara karena bertepatan dengan musim liburan.

“Teman-teman relawan kini sudah bisa terbang langsung ke Medan untuk menjalankan tugas mereka. Untuk rute ke Aceh, situasinya tidak terlalu bermasalah,” tambahnya.

Kemudian kata dia, kebutuhan relawan kesehatan dari luar lokasi  bencana dilatar belakangi oleh jangkauan layanan kesehatan yang sangat luas.

Ditambah lagi tenaga kesehatan lokal di Aceh maupun medan juga menghadapi tantangan sendiri, karena rumah mereka banyak yang hilang.

Ia menjelaskan, setiap minggu sekitar 700–1.000 tenaga kesehatan di lokasi bencana harus dirotasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Sehingga kami perlu mengirim relawan dalam jumlah cukup besar,” beber Menkes.

Sebelumnya dalam konferensi pers bersama BNPB baru-baru ini, Menkes Budi menyebut, pihaknya mengambil jalur alternatif lain yaitu penerbangan relawan dari Jakarta ke Medan lewat Malaysia.

Langkah ini dilakukan karena penerbangan ke lokasi tersebut penuh sehingga harga tiket pesawat melambung tinggi.

“Relawan Kemenkes dikirim lewat Malaysia. Kenapa? Karena pesawat Jakarta Medan penuh. Kan harganya jadi mahal,” kata Budi.

Ia menerangkan, opsi lewat Malaysia diambil lantaran opsi penerbangan lebih banyak serta harga tiket yang terjangkau.

“Teman-teman wartawan juga pasti pernah merasakan. Akhirnya kami belokkan dulu relawan kesehatan, berangkatnya ke Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur relawan melanjutkan  perjalanan ke Medan atau masuk ke Aceh. Lewat sana (Malaysia) lebih ada opsinya dan bisa lebih murah,” terang dia. (aag) 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persib Bandung Dikabarkan Nego Gaston Avila Bagaimana dengan Alberto Rodríguez.
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
• 14 jam lalusuara.com
thumb
25 Tahun Kia di Indonesia: Dari Picanto Hingga EV9
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Siapa Saja Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Virus? Ini Penjelasan Lengkap dan Faktor Risikonya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Duduk Bareng Siswa Sekolah Rakyat Banjarbaru Nonton Musik Tradisional
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.