Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran di tengah protes anti-rezim yang meluas. Hingga saat ini, pemerintah menegaskan belum ada kebutuhan untuk melakukan evakuasi.
Kemlu menyebut masih mencermati perkembangan situasi secara intensif.
“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Teheran di Iran terus memantau secara seksama situasi dan melakukan komunikasi dengan WNI di Iran,” demikian tertulis dalam keterangan resmi Kemlu.
Kemlu juga memastikan bahwa langkah kontingensi telah disiapkan apabila terjadi eskalasi situasi yang membahayakan keselamatan WNI. Namun, berdasarkan penilaian terkini, kondisi masih dapat dikendalikan dan aktivitas WNI berjalan seperti biasa.
Pemerintah mengimbau WNI yang berada di Iran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan situasi, serta mematuhi arahan otoritas setempat dan perwakilan RI.
Kemlu juga meminta WNI untuk menjaga komunikasi dengan KBRI Teheran dan segera melapor apabila menghadapi kondisi darurat.
Saat ini sebagian besar WNI di Iran berstatus pelajar dan mahasiswa, tersebar di berbagai lembaga pendidikan, khususnya di Kota Qom dan Isfahan. Mereka diimbau untuk menghindari pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa.
Sementara itu, bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif.




