JAKARTA, DISWAY.ID – Kabar kurang sedap menghampiri para tenaga kesehatan (nakes) di Aceh yang menjadi korban bencana.
Meski pemerintah telah menyiapkan anggaran perbaikan rumah, para nakes nampaknya harus memutar otak lebih awal.
BACA JUGA:Profil Ressa Pemuda yang Ngaku Anak Kandung Denada, Gugat Rp7 Miliar karena Tak Diakui 24 Tahun
BACA JUGA:Libatkan Ahli, Polisi Kaji Batas Berekspresi dalam Laporan Terhadap Pandji Soal 'Mens Rea'
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan agar nakes yang rumahnya rusak ringan untuk mulai melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan dana pribadi, dengan sistem ganti rugi atau reimburse di kemudian hari.
Hal ini terungkap dalam keterangan pers yang dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan pihak BNPB baru-baru ini.
Langkah ini diambil sebagai jalan pintas di tengah kerumitan verifikasi data bantuan yang masih berjalan.
Deputi IV BNPB, Jarwansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan kategori kerusakan dengan nominal bantuan yang bervariasi, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk sedang, dan Rp60 juta untuk kategori berat.
BACA JUGA:So Sweet! Warga TPU Kebon Nanas Dapat Kado Rusunawa dari Pramono di Momen Akad Nikah
BACA JUGA:Banjir Depan Samsat Daan Mogot, Sejumlah Motor Mogok Usai Paksa Melintas
Namun, bagi mereka yang ingin rumahnya cepat dihuni kembali, menunggu pencairan dana stimulan bukanlah pilihan utama.
"Masyarakat biasanya, sambil menunggu anggaran ini, yang rusak ringan ini dia bisa memperbaiki terus, nanti tinggal di-reimburse," ujar Jarwansyah saat konferensi pers via Zoom, Senin 12 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya bagi 3.265 tenaga kesehatan yang terdampak untuk memastikan data mereka sudah masuk ke BPBD daerah. Tanpa validasi data dari pemerintah daerah, klaim ganti rugi tersebut terancam macet di tengah jalan.
BACA JUGA:Bahlil Tegas Sebut RI Setop Impor Solar: Kilang Balikpapan Sudah Mampu
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyadari betul beban yang dipikul para nakes. Pasalnya, banyak dari mereka yang harus tetap melayani pasien di pengungsian sementara rumah mereka sendiri hancur.
- 1
- 2
- »





