Presiden Prabowo Subianto menceritakan alasannya menunjuk Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Menurut Prabowo, Simon dinilai mampu ‘membersihkan’ Pertamina.
Simon menjadi Dirut melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) pada 4 November 2024 lalu.
“Karena itu, waktu saya menjadi Presiden saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda dan saya beri tugas: 'jangan korupsi, jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini',” kata Prabowo dalam peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1).
Prabowo menyebut jabatan Dirut Pertamina adalah posisi yang strategis. Untuk itu, ia ingin Simon bisa tegas terhadap para jajarannya.
“Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan USD 100 miliar. Godaan akan banyak, tapi saudara harus teguh dengan semua jajarannya. Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu, banyak anak muda yang hebat-hebat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut bangga bahwa Pertamina sudah masuk ke dalam pemeringkatan Fortune 500.
Sebelum menjadi Dirut, Simon memiliki sepak terjang di Pertamina sebagai Komisaris Utama (Komut). Ia diangkat Komut dan Independen Pertamina menggantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mundur pada Februari 2024 lalu.
Saat itu Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Simon sebagai Komut Pertamina berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2023 Pertamina.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu, Simon juga tercatat pernah menduduki Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Dalam jajaran pengurus partai Gerindra 2020 sampai 2025, Simon merupakan salah satu anggota Dewan Pembina dari total 48 anggota. Simon merupakan lulusan School of Business and Management di Institut Teknologi Bandung.


