Harga Emas Dunia Melonjak ke Rekor ATH Baru di Tengah Sentimen Trump Vs Powell

katadata.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia mencetak rekor baru pada perdagangan Senin (12/1) setelah melonjak 2% ke level tertinggi sepanjang masa (all-time high) di angka US$ 4.600 per ons. Rekor serupa juga diikuti oleh perak yang terus menanjak tajam.

Reuters melansir, melambungnya harga logam mulia ini adalah respons langsung pasar terhadap ketidakpastian global, menyusul dimulainya penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Hal ini memicu aksi buru aset aman atau safe haven secara masif.

Data pasar menunjukkan emas spot menguat 1,9% ke level US$ 4.596,05 per ons pada pukul 16.31 WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi di angka US$ 4.600,33. Tren penguatan ini juga terlihat pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari yang naik 2,3% menjadi US$ 4.606,20.

Kondisi ini mencerminkan pudarnya kepercayaan investor terhadap dolar AS. Analis MarketPulse dari OANDA, Zain Vawda menjelaskan, ketika independensi The Fed dipertanyakan secara terbuka, risiko politik yang biasanya hanya melekat pada pasar negara berkembang kini mulai membebani mata uang AS dan mendorong investor beralih ke aset keras.

Ketidakstabilan ini berakar dari perselisihan tajam antara bank sentral AS dan Gedung Putih. Pemerintahan Donald Trump mengancam akan mendakwa Powell atas tuduhan pemberian kesaksian palsu kepada Kongres terkait proyek renovasi gedung pusat The Fed di Washington DC.

Sebaliknya, Powell menuding bahwa langkah hukum tersebut hanyalah dalih politik bagi pemerintah untuk mengintervensi kebijakan suku bunga. Di tengah kemelut tersebut, institusi keuangan besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley tetap memproyeksikan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sebanyak dua kali pada tahun ini, tepatnya pada Juni dan September.

Sentimen negatif di pasar semakin diperburuk oleh eskalasi geopolitik yang dipicu oleh kebijakan luar negeri AS. Ancaman opsi militer Trump terhadap Iran, bersamaan dengan invasi AS ke Venezuela serta wacana aneksasi Greenland, telah menciptakan iklim ketakutan yang menguntungkan aset logam.

Dampaknya, harga perak spot meroket 5,5% ke level US$ 84,32 per ons, mendekati rekor ATH terbarunya di US$ 84,60. Vawda memproyeksikan harga perak berpotensi menembus US$ 90 hingga US$ 100 per ons jika tekanan industri terus menguat.

Sementara itu, platina spot juga mencatatkan kenaikan 4,6% ke posisi US$ 2.376,75 per ons, mendekati rekor tertingginya yang sempat tersentuh pada akhir Desember lalu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persib Bandung Dikabarkan Nego Gaston Avila Bagaimana dengan Alberto Rodríguez.
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Ruang Fiskal Sempit, BI Jadi Harapan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Tanggulangi Bencana, Relawan Kesehatan harus Diberi Karpet Merah
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Biodata Aurelie Moeremans, Artis Blasteran yang Pernah Alami Child Grooming
• 17 jam lalutheasianparent.com
thumb
Bus Listrik Transjakarta Tabrak Tiang Beton di Kolong Tol JORR, Satu Penumpang Luka
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.