Benarkah Makanan Bakaran Berbahaya bagi Kesehatan? Begini Penjelasan Ahli

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Tak hanya saat tahun baru, momen berkumpul bersama keluarga atau kerabat sering kali terasa kurang lengkap tanpa acara bakar-bakaran. Mulai dari sayuran hingga aneka daging, aktivitas ini memang identik dengan suasana hangat dan menyenangkan.

Namun di balik kelezatannya, bakar-bakaran kerap dianggap berbahaya bagi kesehatan. Tak sedikit orang yang khawatir dengan dampak pembakaran makanan terhadap tubuh.

Lantas, benarkah semua makanan bakaran berisiko?

Menanggapi hal tersebut, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa proses pembakaran memang dapat memengaruhi kandungan gizi makanan. Meski begitu, dampaknya tidak selalu bersifat negatif.

"Secara ilmiah, pembakaran dapat menurunkan kandungan beberapa zat gizi tertentu. Proses pembakaran makanan dapat mengubah kandungan gizi, antara lain menurunkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B," kata Karina dikutip dari laman IPB University, Senin (12/1).

Selain itu, menurut dia, pembakaran pada suhu sangat tinggi, terutama pada sumber protein hewani seperti daging ayam dan sapi, berpotensi memicu terbentuknya senyawa karsinogenik, yakni polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Senyawa ini umumnya muncul ketika daging dibakar hingga terlalu matang atau gosong.

Tidak Semua Makanan Bakaran Berbahaya

Meski demikian, Karina menegaskan bahwa tidak semua makanan bakaran otomatis berbahaya. Risiko kesehatan sangat dipengaruhi oleh jenis bahan pangan dan cara pembakarannya.

Menurut dia, pembentukan senyawa karsinogenik umumnya terjadi pada makanan sumber protein hewani yang dibakar pada suhu sangat tinggi, terutama hingga gosong. Sebaliknya, beberapa jenis pangan justru relatif lebih aman untuk dibakar.

"Jenis pangan yang relatif lebih aman untuk dibakar adalah sayuran," katanya.

Pada sayuran tertentu, proses pembakaran dapat membantu menghancurkan dinding sel, sehingga zat gizi seperti likopen, beta-karoten, dan antioksidan menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Bahkan, kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan dapat meningkat pada terong yang dibakar. Sementara itu, kadar natrium dilaporkan meningkat pada zukini yang diolah dengan metode serupa.

Tips Aman Menikmati Bakar-Bakaran

Agar tetap bisa menikmati bakar-bakaran tanpa mengorbankan kesehatan, Dr. Karina membagikan beberapa langkah praktis. Ia menyarankan agar sumber protein hewani dimarinasi terlebih dahulu menggunakan bumbu, herba, dan rempah-rempah. Selain itu, makanan sebaiknya tidak dibakar hingga gosong dan tidak diletakkan langsung di atas api.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Langkah Berani Indonesia Blokir Grok, Dunia Internasional Ikut Menyorot
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
63 RT di Jakarta Masih Banjir, Kampung Melayu-Pejaten Timur Capai 100 Cm
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pengamat Perkotaan: Biaya Bongkar Tiang Monorail Hanya Rp300 Juta, Rp100 M untuk Pemeliharaan Kawasan
• 20 jam laludisway.id
thumb
Hujan dan Banjir Jakarta, Perjuangan Rini Berangkat Kerja dari Bekasi ke Sunter 3 Jam
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.