jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan berkomitmen menjaga kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin, sehingga tetap mendukung pelaksanaan pilkada langsung.
Komitmen itu tertuang dalam sikap politik PDIP setelah melaksanakan Rakernas I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1).
BACA JUGA: PDIP Tetap Tolak Pilkada Via DPRD, Ganjar: Sikap Partai tak Berubah
Ketua DPD PDIP Aceh Jamaluddin Idham menjadi sosok yang membacakan sikap partainya dalam penutupan Rakernas I.
"Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung," demikian poin sikap politik PDIP yang dibacakan Jamaluddin.
BACA JUGA: Tolak Pilkada via DPRD, Politikus PDIP: Jangan Rampas Hak Rakyat
PDIP mengusulkan penggunaaan e-voting demi menekan biaya dan penegakan hukum tegas untuk mencegah politik uang atau money politics.
"Mencegah pembiayaan rekomendasi calon, pembatasan biaya kampanye, profesionalitas dan integritas penyelenggara pemilu," demikian Jamaluddin membacakan sikap politik PDIP.
BACA JUGA: Sikap Gerindra-Golkar Beda dengan Konstituen Soal Pilkada, Pengamat Bilang Begini
Selanjutnya, PDIP dalam sikap politik menegaskan pentingnya reformasi sistem politik dan hukum nasional yang berkeadilan.
"Reformasi sistem politik dilakukan dengan mendorong sistem multi partai sederhana dan menegaskan bahwa peserta pemilu legislatif adalah partai politik guna mewujudkan sistem multi-partai sederhana sebagai padanan pelaksanaan sistem presidensial," ujar Jamaluddin membacakan sikap PDIP.
PDIP dalam sikap politik juga menegaskan pentingnya ruang partisipasi generasi muda untuk berpolitik, berekspresi, kebebasan berpendapat, berkreasi, berinovasi dan berkolaborasi serta mengembangkan seluruh kapasitas kepemimpinan bagi masa depan bangsa dan negara.
"Berkaitan dengan hal tersebut, negara wajib mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset dan inovasi, seperti teknologi terapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi, pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum semikonduktor, energi dan mineral kritis, serta bioteknologi dan farmasi, dan melindungi pemanfaatannya," demikian Jamaluddin menyampaikan sikap politik PDIP. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan



