JAKARTA, DISWAY.ID - Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan akhirnya diresmikan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek tersebut banyak drama dalam penyelesaiannya.
Bahlil menyebut proyek tersebut seharusnya rampung pada awal Mei 2024, namun mengalami keterlambatan akibat insiden kebakaran.
BACA JUGA:Petugas Haji 2026 Jalani Simulasi Penanganan Darurat Kesehatan Jemaah
BACA JUGA:Pemerintah Minta Nakes Aceh Perbaiki Sendiri Rumah yang Hancur, BNPB: Nanti di-Reimburse!
“Proyek RDMP ini banyak dramanya. Seharusnya sudah jadi awal Mei 2024, tapi terbakar. Ada bagian yang dibakar,” ujar Bahlil di RDMP Balikpapan, Senin, 12 Januari 2026.
Meski demikian, ia mengaku tak mengetahui apakah hal itu terjadi karena terbakar atau dibakar.
Terkait hal ini, Bahlil mengaku tekah meminta komisaris hingga Irjen di Pertamina untuk melakukan investigasi.
BACA JUGA:Libatkan Ahli, Polisi Kaji Batas Berekspresi dalam Laporan Terhadap Pandji Soal 'Mens Rea'
BACA JUGA:18 Karyawan Freeport Terjebak dan Diancam OPM, TNI Kembali Kuasai Pos Tower 270 Usai Kerahkan Drone
"Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain. Bulan Agustus saya memerintahkan tim saya dari Irjen yang sekarang masih Komisaris, Bapak Irjen kami, ada Komisaris di Pertamina, Pak Bambang. Kami minta untuk investigasi. Ternyata barang ini, ada udang di balik batu," ungkapnya.
Dari hasil penelusuran awal, Bahlil menyebut adanya pihak yang tidak menginginkan Indonesia memiliki cadangan energi kuat dan mencapai swasembada energi.
"Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus," imbuhnya.
"Kita harus hadapi dan kita selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi," lanjutnya.





