PASURUAN, KOMPAS.TV - Penguatan sekolah menengah kejuruan (SMK) bukan hanya tentang bekerja ke luar negeri, tetapi tentang menghadirkan standar global di sekolah, termasuk membangun budaya mutu dan produktivitas berkelas dunia.
Penjelasan mengenai hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, saat meresmikan Teaching Factory (TeFa) di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (11/1/2026).
Mengutip keterangan tertulis Kemendikdasmen, Senin (12/1/2026), peresmian tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis praktik nyata dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Baca Juga: Roy Suryo, Rismon, dan Tifa Geruduk Kemendikdasmen, Tagih Surat Penyetaraan Wapres Gibran
Menurutnya, penguatan Teaching Factory di sekolah—baik SMK maupun SMA yang memiliki kekhasan dan kesiapan ekosistem—merupakan bagian dari strategi besar Kemendikdasmen menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan global.
“Penguatan SMK bukan hanya tentang bekerja ke luar negeri, tetapi tentang menghadirkan standar global di sekolah-sekolah kita,” tuturnya.
“Teaching Factory seperti yang diresmikan hari ini adalah salah satu fondasi penting untuk membangun budaya mutu, produktivitas, dan kewirausahaan yang berkelas dunia,” tambahnya.
Peresmian Teaching Factory ini juga menandai komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong pembelajaran kontekstual, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21.
Menurutnya, model Teaching Factory yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan vokasi di SMK, kini mulai diadopsi lintas satuan pendidikan sebagai bagian dari transformasi pendidikan menengah.
Baca Juga: Sekolah Terdampak Bencana Dapat Kelonggaran, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- wakil menteri pendidikan dasar
- wamendikdasmen
- sekolah menengah kejuruan
- smk
- teaching factory




