GenPI.co - Sebanyak 113 korban diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dirawat di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Djatmiko mengatakan korban paling banyak dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo 47 orang dan RSUD R Soedjati Purwodadi 29 orang.
Jumlah ini dari total 658 orang yang menjadi korban diduga keracunan MBG di Grobogan.
Selanjutnya 12 orang dirujuk ke Puskesmas Karangrayung 1, 7 orang ke Puskesmas Kedungjati, dan 3 orang ke Puskesmas Gubug 1.
Selain itu, RS Permata Bunda 1 orang, Puskesmas Toroh 1 orang, Puskesmas Klambu 6 orang, Puskesmas Grobogan 1 orang, serta Puskesmas Godong 5 orang.
"Tercatat pula 2 pasien pulang atas permintaan sendiri dari RSUD Ki Ageng Getas Pendowo,” kata dia, Senin (12/1).
Ada pula 2 pasien dari Puskesmas Toroh 1 dipindahkan ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo.
Seperti diberitakan sebelumnya, mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Jumat (9/1).
Makanan MBG ini disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.
"Total sementara ada 658 orang terdampak. Sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan," terang dia.
Para korban ini adalah siswa mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMK yang berlokasi di Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, dan Trisari.
Para siswa ini paling banyak mengalami gejala keracunan seperti mual dan muntah.
Pihaknya menduga keracunan mereka disebabkan mengonsumsi MBG berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek.(ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?

