- Hujan deras sebabkan 59 RT dan 30 ruas jalan di Jakarta tergenang.
- Banjir terparah terjadi di Jakarta Selatan dan Timur, capai ketinggian satu meter.
- Petugas gabungan dikerahkan untuk menyedot genangan dan memulihkan kondisi.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pagi hari menyebabkan meluasnya titik genangan pada Senin (12/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, sebanyak 59 Rukun Tetangga (RT) dan 30 ruas jalan di Ibu Kota terendam banjir.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan tergenang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam keterangan tertulisnya.
Wilayah Terdampak dan Ketinggian Air
Jakarta Selatan menjadi wilayah paling terdampak dengan total 20 RT tergenang. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Pejaten Timur, di mana satu RT terendam air hingga ketinggian satu meter akibat luapan Kali Krukut.
Nasib serupa juga dialami Jakarta Timur, di mana empat RT di Kelurahan Kampung Melayu terendam setinggi satu meter akibat luapan Kali Ciliwung. Sementara itu, di Jakarta Barat, genangan di Kelurahan Tegal Alur mencapai 75 sentimeter.
Selain permukiman, banjir juga mengganggu mobilitas warga dengan merendam 30 ruas jalan vital, termasuk Jalan Daan Mogot dan Jalan Gunung Sahari.
Upaya Penanganan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Yohan.
Baca Juga: Persija Jakarta Bereaksi Usai Allano Lima jadi Korban Rasisme
Meskipun beberapa wilayah sudah mulai surut, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan.




