Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh dan kembali pula warga menjadi korban. Rumah terendam, akses jalan terputus, serta aktivitas ekonomi lumpuh. Ironisnya, banjir seperti ini bukan kejadian baru, melainkan masalah tahunan yang terus berulang tanpa solusi jelas.
Curah hujan tinggi memang sering dijadikan alasan utama. Namun, banjir yang terjadi hampir setiap tahun menunjukkan adanya persoalan lain yang lebih serius. Kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai, alih fungsi hutan, serta buruknya pengelolaan sungai dan drainase turut memperparah kondisi. Air hujan tidak lagi terserap dengan baik dan langsung mengalir ke pemukiman warga.
Di kawasan perkotaan, saluran air yang tersumbat sampah dan tidak terawat membuat banjir cepat terjadi meski hujan tidak berlangsung lama. Sayangnya, penanganan banjir masih bersifat sementara dan reaktif.
Banjir Aceh seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak. Tanpa perbaikan lingkungan dan penataan wilayah yang serius, banjir akan terus berulang.
# Banjir Aceh
# Aceh long Sayang



