Pada Sabtu (10/1/2026), otoritas Venezuela mulai membebaskan sebagian tahanan yang dianggap sebagai tahanan politik. Di luar Penjara El Rodeo di ibu kota, para anggota keluarga dengan cemas menunggu, berharap dapat kembali berkumpul dengan orang-orang tercinta.
EtIndonesia. Sejumlah keluarga berkumpul di luar penjara untuk menantikan kemungkinan adanya kabar pembebasan kerabat mereka pada Sabtu (10 Januari).
Lorealber Gutierrez mengatakan bahwa ibu, saudara laki-laki, pasangan, bibi, dan sepupunya telah ditahan sejak mengikuti aksi protes setelah pemilihan presiden Agustus 2024, dan hingga kini masih ditahan.
“Saya percaya mereka pasti bisa keluar dari tempat itu, dan kami akan kembali berkumpul seperti dulu. Itulah yang paling saya inginkan. Saya ingin bersama kakak saya; saya sudah empat tahun tidak bertemu dengannya,” ujar Lorealber Gutierrez, anggota keluarga tahanan.
Di luar penjara, seorang ibu bernama Mirta Marin juga menunggu dengan penuh harap. Putranya telah ditahan di Penjara Rodeo I selama delapan bulan.
“Tidak ada seorang pun yang menjelaskan kepada saya mengapa pemerintah Venezuela membawa anak saya ke sini. Saya hanya bisa menunggu di sini dan terus mendukung, berharap mereka benar-benar memberikan kebebasan yang telah mereka janjikan berkali-kali,” kata Mirta Marin, ibu dari tahanan.
Malam sebelumnya, sebagian keluarga sempat mengadakan aksi berjaga dengan lilin di luar penjara, berharap pengumuman pemerintah mengenai “pembebasan besar-besaran” benar-benar diwujudkan.
Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa pemerintah Venezuela telah membebaskan 18 tokoh oposisi, termasuk 5 warga negara Spanyol serta mantan calon presiden dari pihak oposisi, Enrique Márquez. Namun, pihak berwenang belum merilis daftar lengkap para tahanan yang dibebaskan, dan juga belum menjelaskan jumlah total pembebasan yang akan dilakukan.
Selain itu, dilaporkan bahwa pada Jumat (9 Januari), Gedung Putih Amerika Serikat menyatakan Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif darurat untuk memastikan dana digunakan demi tujuan kebijakan luar negeri AS.
Perintah tersebut melindungi pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Departemen Keuangan AS (Dana Simpanan Pemerintah Asing) dari penahanan, proses hukum, penyitaan, atau perampasan.
Laporan gabungan oleh Yi Xin dan Zhang Ruiqi, wartawan New Tang Dynasty Television.




