Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, saat ini banyak negara yang tidak memiliki masa depan.
Hal itu disampaikan SBY saat dirinya berpidato di acara Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Partai Demokrat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/1) malam.
"Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya muliakan. Dunia banyak memberikan pelajaran. Banyak negara, banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya," kata SBY.
Menurut SBY, hal tersebut terjadi karena negara gagal menjaga kerukunan bangsa. Jangan sampai, Indonesia menjadi negara gagal.
"Mengapa itu terjadi? Karena bangsa itu gagal untuk merajut persaudaraan, kebersamaan dan kerukunan. Bangsa itu terpecah dan terbelah, dan terus dalam suasana pertikaian dan permusuhan. Tentu bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita," ucap dia.
Presiden ke-6 Republik Indonesia itu menekankan agar pemerintah dan pemimpin menjaga kerukunan dan keharmonisan bangsa dan negara.
"Oleh karena itu negara, pemerintah, para pemimpin bertanggung jawab secara moral untuk memastikan bangsa kita ini sampai kapan pun akan tetap rukun, bersatu dengan persaudaraan yang tinggi," tandas dia.



