Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo saat kunjungan kerja ke Bosnia dan Herzegovina, Minggu (11/1). Sjafrie datang ke negara tersebut untuk membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Bosnia dan Herzegovina.
Dikutip dari keterangan pers Kemenhan, Masjid Soeharto atau yang dikenal dengan nama Masjid Istiklal di Sarajevo, memiliki nilai historis yang kuat dalam hubungan Indonesia–Bosnia dan Herzegovina.
Masjid ini merupakan simbol solidaritas dan komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Bosnia dan Herzegovina pascakonflik Balkan pada dekade 1990-an. Pembangunan masjid tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang.
"Secara historis, Masjid Soeharto memiliki keterkaitan erat dengan peran Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, yang mendorong keterlibatan aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian dan solidaritas internasional," demikian keterangan Kemenhan, Senin (12/1).
"Pada masa tersebut, Indonesia secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian konflik Bosnia dan Herzegovina melalui jalur diplomasi, kemanusiaan, serta kerja sama multilateral," tambahnya.
Kemhan mengatakan melalui kunjungan ke Masjid Soeharto ini, Indonesia menegaskan keberlanjutan hubungan historis dengan Bosnia dan Herzegovina.
Selain itu juga komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama pertahanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian, stabilitas kawasan.



