Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 2.000 jiwa lebih dari ratusan Kartu Keluarga (KK) mengungsi ke tempat lebih aman di Jakarta setelah rumah yang ditempatinya terendam banjir.
"Lokasi pengungsi warga Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, ada di Masjid Al Falah dengan jumlah jiwa 700 dari 500 KK," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Yohan mengatakan, untuk warga Kelurahan Tegal Alur mengungsi di rumah susun (rusun) dengan jumlah sebanyak 130 jiwa dari 30 KK.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Sedangkan lokasi pengungsian bagi warga Jakarta Utara berada di Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushalla Al Ikhlas, Kantor RW dan SDN 05 Kebon Bawang bagi 256 jiwa yang berasal dari Kelurahan Kebon Bawang.
Baca juga: Banjir di Jalan Daan Mogot Jakbar kian berlarut, ini penyebabnya
Baca juga: Senin malam, banjir Jakarta terus meluas
Sementara untuk 25 warga Kelurahan Lagoa mengungsi di Masjid Al Barokah, Sekretariat RW.05. Kemudian 157 jiwa warga Kelurahan Warakas juga mengungsi di Mushola Baiturahim, Masjid Miftahulsalam dan Mushalla Al Wasilatul Iman.
Kemudian 625 jiwa warga Kelurahan. Semper Barat juga mengungsi di Rusun Embrio dan 81 jiwa lainnya di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.
Banjir di Jakarta terus meluas dan hingga Senin malam pukul 21.00 WIB sebanyak 63 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan masih terendam.
Banjir di Jakarta semakin meluas dengan ketinggian air berkisar 20 sentimeter (cm) hingga 1 meter. Genangan air tertinggi berada di Pejantan Timur di Jakarta Selatan serta Kampung Melayu di Jakarta Timur.
Penyebab banjir dikarenakan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya serta meluapnya sejumlah sungai.
"Lokasi pengungsi warga Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, ada di Masjid Al Falah dengan jumlah jiwa 700 dari 500 KK," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Yohan mengatakan, untuk warga Kelurahan Tegal Alur mengungsi di rumah susun (rusun) dengan jumlah sebanyak 130 jiwa dari 30 KK.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Sedangkan lokasi pengungsian bagi warga Jakarta Utara berada di Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushalla Al Ikhlas, Kantor RW dan SDN 05 Kebon Bawang bagi 256 jiwa yang berasal dari Kelurahan Kebon Bawang.
Baca juga: Banjir di Jalan Daan Mogot Jakbar kian berlarut, ini penyebabnya
Baca juga: Senin malam, banjir Jakarta terus meluas
Sementara untuk 25 warga Kelurahan Lagoa mengungsi di Masjid Al Barokah, Sekretariat RW.05. Kemudian 157 jiwa warga Kelurahan Warakas juga mengungsi di Mushola Baiturahim, Masjid Miftahulsalam dan Mushalla Al Wasilatul Iman.
Kemudian 625 jiwa warga Kelurahan. Semper Barat juga mengungsi di Rusun Embrio dan 81 jiwa lainnya di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.
Banjir di Jakarta terus meluas dan hingga Senin malam pukul 21.00 WIB sebanyak 63 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan masih terendam.
Banjir di Jakarta semakin meluas dengan ketinggian air berkisar 20 sentimeter (cm) hingga 1 meter. Genangan air tertinggi berada di Pejantan Timur di Jakarta Selatan serta Kampung Melayu di Jakarta Timur.
Penyebab banjir dikarenakan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya serta meluapnya sejumlah sungai.



