Tak Cuma Solar, RI Juga Targetkan Setop Impor Avtur pada 2027

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia bakal setop impor bahan bakar pesawat atau avtur pada 2027. 

Janji itu Bahlil sampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Menurut Bahlil, impor avtur bisa dihentikan seiring beroperasinya RDMP Balikpapan besutan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) itu. Dia menilai kilang raksasa itu dapat menambah kapasitas produksi minyak dalam negeri, termasuk avtur.

"Termasuk avtur Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 Insya Allah tidak lagi kita melakukan impor. Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden kita hanya mengimpor crude nya saja," kata Bahlil.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Selain setop impor avtur, Bahlil juga mengatakan dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, pemerintah bakal menghentikan impor solar dan bensin.

Bahlil menuturkan, proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp123 triliun itu mampu meningkatkan produksi minyak dari 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph. Menurutnya, RDMP Balikpapan mampu memproduksi solar dengan volume yang tinggi. 

Baca Juga

  • Tenggak 'Avtur' Danantara Rp23 T, Saham Garuda (GIAA) Siap Terbang di 2026?
  • Wajib SAF 1% Tahun Depan, Singapore Airlines Duluan Pakai Bioavtur Kuartal I/2025
  • RDMP Balikpapan Beroperasi, Ambisi RI Setop Impor Solar Bisa Terwujud?

Hal tersebut pun membuat RI surplus produksi solar dalam negeri yang diperkirakan mencapai 4 juta kiloliter (kl) tahun ini. Selain karena RDMP, penghentian impor solar juga seiring dengan implementasi biodiesel B40 yang bakal ditingkatkan menjadi B50 pada semester II/2026 ini.

"Tahun ini Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden, karena kita punya kilang [RDMP Balikpapan] sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor [solar]," ucapnya.

Bahlil mengatakan, impor solar juga dihentikan untuk badan usaha (BU) SPBU swasta. Dengan kata lain, SPBU swasta wajib membeli solar produksi dalam negeri atau dari Pertamina.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan cepat atau lambat SPBU swasta juga harus membeli bensin produksi dalam negeri lewat Pertamina.

Dia menuturkan, RDMP Balikpapan kelak bakal memproduksi BBM jenis gasoline atau bensin dengan kualitas terbaik. Dia pun mengklaim hasil olahan RDMP Balikpapan bisa dibeli oleh SPBU swasta.

"Dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi. Supaya badan-badan usaha [SPBU] swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa konsumsi BBM besutan dalam negeri menjadi keniscayaan. Sebab, segala sumber daya alam di dalam negeri harus dinikmati masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat.

"Ini perintah konstitusi, Perintah Pasal 33 [UUD 1045] adalah cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat juta orang banyak harus dikuasai oleh negara. Dan oleh karena itu negara harus menyiapkan," tutur Bahlil.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Puji Panglima TNI dan Kapolri Tak Pelit Naikkan Pangkat Anggota Berprestasi
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Ribuan ASN Sidoarjo Teguhkan Komitmen Bangun Daerah pada Apel Akbar 2026
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Kebakaran Tempat Biliar di Surabaya, Api Diduga dari Korsleting Listrik
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Aturan Bayar Utang Puasa Menjelang Bulan Suci Ramadan, Awas Jangan Sampai Terlupakan!
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Relokasi RPH Pegirian ke TOW Terjadwal Sesudah Idulfitri, Pemkot Selalu Buka Ruang Dialog
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.