jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah menyelenggarakan webinar yang menggagas usulan strategi penanggulangan terorisme untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Pimpinan LHKP PW Muhammadiyah Ristan Alfino mengatakan peristiwa ledakan di salah satu sekolah di Jakarta dan makin meningkatnya ketidakpastian global dirasa perlu disikapi dengan strategi yang jitu dari pemerintah.
BACA JUGA: Akademisi dan Masyarakat Sipil Tolak Draf Perpres Pelibatan TNI Mengatasi Terorisme
“Terorisme berbasis ideologi maupun berbasis keyakinan keagamaan bisa jadi akan memperoleh persemaian dalam situasi ini. Karena itu kami perlu merancang strategi yang komprehensif untuk disampaikan kepada pemerintah,” ujar dia dalam webinar.
Prof Sri Yunanto mencatat kemajuan Indonesia dalam penanggulangan terorisme yang memiliki ciri khas di dalam pembinaan para mantan pelaku teror. Hal ini menurutnya makin melengkapi dan mendorong posisi Indonesia semakin baik dalam indeks terorisme global.
BACA JUGA: Penanganan Terorisme Berskala Tinggi Bakal Melibatkan TNI
Menurut Dewan Pakar LHKP Muhammadiyah itu, keberhasilan zero attack dan deklarasi 8.000 anggota dan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) patutlah menjadi titik pijak strategi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Oleh karena itu, Guru Besar Ilmu Politik UMJ tersebut memberi perhatian penting kepada upaya-upaya pembinaan eks narapidana terorisme, potensi residivisme, dan menarik kelompok kekerasan yang masih belum tersadarkan.
BACA JUGA: Pola Penyebaran Terorisme Bergeser lewat Ruang Digital, BNPT: Menyasar Anak
“Kami lihat ISIS dan organisasi teror sejenis ini terus melemah dan Indonesia mencatatkan keberhasilan besar dengan deklarasi kembali ke NKRI oleh jaringan JI. Kami juga saksikan ada tren peningkatan kekerasan berbasis ideologi di sejumlah negara bahkan merembes ke Indonesia. Ini perlu diwaspadai,” ucapnya.
Prof Yunanto menekankan pentingnya penanggulangan terorisme yang tetap berpijak pada prinsip demokrasi, supremasi sipil, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Dia menyoroti perlunya konsistensi kebijakan negara agar pendekatan keamanan tidak berkembang menjadi represif, tetapi tetap adaptif terhadap tantangan baru.
Yunanto juga mengingatkan bahwa penegakan hukum dan hak asasi menjadi poin penting dalam UU No. 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.
Prof Yunanto merekomendasikan adanya pembinaan eks napi terorisme, pencegahan dan penegakan hukum yang demokratis dan menjunjung HAM.
Sementara Amanah Nurish selaku antropolog penulis “Agama Jawa: Setengah Abad Pasca-Clifford Geertz” menambahkan pentingnya pendekatan sosio-antropologis untuk membangun strategi penanggulangan terorisme bagi Indonesia.
Dosen Kajian Terorisme UI ini memaparkan rangkaian krisis ekonomi, krisis lingkungan dan krisis global kemanusiaan yang dapat menjadi pintu masuk terorisme.
“Kami melihat bagaimana ada kelompok satu persen penduduk dunia yang menguasai berbagai aras mulai dari ekonomi, aturan internasional dan lainnya. Kondisi demikian memunculkan krisis besar. Krisis lingkungan ini menggerus keadilan dan kemanusiaan. Ini harus menjadi konsern. Kami perlu menggunakan perspektif dan cara-cara baru berbasis praktik dalam mengembangkan strategi,” ungkapnya.
Nurish yang saat ini sedang meneliti dampak kebencanaan di Sumatra dan Aceh mengusulkan Model DRIA dalam membangun strategi penanggulangan terorisme berbasis sosio-antropologis. Model yang menurutnya menekankan pada pentingnya kebutuhan identitas, makna hidup, dan narasi emosional.
"Keretakan identitas harus mampu dipetakan dan cari solusi kulturalnya, lalu dibangun narasi baru untuk merekatkan kebangsaan bukan sekedar menghakimi, selanjutnya adalah mengintegrasikan (Integration) semua bagian perekat Indonesia sehingga mampu juga mengalienasi kelompok yang bermaksud merusak situasi sosial harmoni yang telah dihasilkan,” jelasnya. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Koalisi Sipil: Draf Perpres Tugas TNI Mengatasi Terorisme Mengancam HAM hingga Demokrasi
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
