Jakarta, ERANASIONAL.COM – Masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aplikasi digital yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu aplikasi yang belakangan ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial dan forum daring adalah aplikasi bernama MBA, yang juga menggunakan domain seperti mba7.com. Aplikasi ini diduga kuat memiliki pola operasional yang menyerupai skema Ponzi atau penipuan investasi (investment scam).
Berbeda dengan platform investasi resmi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aplikasi MBA dinilai memiliki sejumlah indikator risiko yang patut diwaspadai oleh masyarakat sebelum menanamkan dana.
Berdasarkan berbagai ulasan dan testimoni pengguna di internet, aplikasi MBA menawarkan penghasilan dengan cara yang terkesan sederhana. Pengguna disebut dapat memperoleh uang hanya dengan melakukan tugas ringan, seperti memberikan rating produk, menyelesaikan misi harian, atau aktivitas digital lain yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
Namun, pada praktiknya, banyak laporan menyebut bahwa pengguna justru diarahkan untuk melakukan deposit uang agar bisa “naik level” atau mendapatkan akses ke komisi yang lebih besar. Semakin tinggi level keanggotaan yang diambil, semakin besar pula dana yang harus disetorkan.
Pola ini menimbulkan tanda tanya besar, karena keuntungan yang dijanjikan tidak berasal dari aktivitas bisnis riil yang jelas, melainkan dari sistem internal aplikasi.
Sejumlah pengamat dan warganet menilai sistem yang dijalankan aplikasi MBA memiliki kemiripan dengan skema Ponzi. Dalam skema ini, keuntungan yang diterima oleh anggota lama bukan berasal dari hasil usaha atau investasi nyata, melainkan dari dana yang disetorkan oleh anggota baru.
Ciri utama skema Ponzi antara lain:-
Pendapatan sangat bergantung pada perekrutan anggota baru
-
Tidak ada produk atau aktivitas ekonomi riil yang transparan
-
Janji keuntungan stabil dan tinggi tanpa risiko
-
Sistem keanggotaan atau level berbasis deposit
Tanpa adanya aliran bisnis yang nyata dan berkelanjutan, skema seperti ini berisiko runtuh sewaktu-waktu. Ketika jumlah anggota baru menurun atau penarikan dana dibatasi, sebagian besar pengguna terutama yang bergabung belakangan berpotensi mengalami kerugian finansial.
Laporan lain menyebut bahwa proses pendaftaran aplikasi MBA tergolong sangat mudah dan cepat. Calon pengguna hanya perlu mendaftar menggunakan kode undangan, tanpa proses verifikasi yang ketat. Setelah itu, pengguna langsung diberikan status atau jabatan tertentu yang menentukan besaran komisi yang bisa diperoleh.
Namun, untuk meningkatkan penghasilan, pengguna didorong untuk melakukan deposit tambahan agar bisa naik ke level yang lebih tinggi. Skema semacam ini sering kali digunakan dalam praktik investasi bodong untuk menciptakan ilusi peluang dan keuntungan besar.
Tidak Terdaftar di OJKPertanyaan penting yang kerap muncul adalah soal legalitas. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti resmi bahwa aplikasi MBA atau domain mba7.com terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun lembaga keuangan resmi lainnya di Indonesia.
Bahkan, informasi mengenai pemilik situs dan struktur perusahaan yang mengelola aplikasi tersebut cenderung minim atau tidak transparan. Data pendaftaran domain juga sering kali disembunyikan, sehingga sulit menelusuri siapa pihak yang bertanggung jawab atas operasional aplikasi tersebut.
Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran publik terkait kredibilitas dan keamanan dana pengguna.
Risiko Besar bagi PenggunaTanpa pengawasan regulator, pengguna aplikasi seperti MBA menghadapi berbagai risiko, mulai dari:
-
Kehilangan seluruh dana yang telah disetorkan
-
Penghentian penarikan dana secara sepihak
-
Hilangnya aplikasi atau situs tanpa pemberitahuan
-
Tidak adanya jalur hukum yang jelas untuk mengadu
Dalam banyak kasus investasi bodong sebelumnya, skema serupa kerap berakhir dengan penutupan mendadak sistem dan kerugian massal bagi masyarakat.
Tips Agar Terhindar dari Penipuan Investasi OnlineAgar tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi digital, masyarakat disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:
-
Cek Legalitas
Pastikan aplikasi atau platform investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK atau otoritas resmi lainnya. -
Waspadai Janji Keuntungan Tinggi
Investasi dengan imbal hasil besar dalam waktu singkat hampir selalu memiliki risiko sangat tinggi. -
Pahami Model Bisnis
Jika pendapatan lebih mengandalkan perekrutan anggota baru daripada aktivitas usaha nyata, patut dicurigai. -
Jangan Tergesa-gesa Deposit
Tekanan untuk segera menyetor dana adalah salah satu ciri umum skema penipuan. -
Cari Informasi Independen
Baca ulasan dari berbagai sumber, bukan hanya testimoni dalam aplikasi atau grup internal.
Maraknya aplikasi investasi ilegal menunjukkan bahwa literasi keuangan masih menjadi tantangan besar. Edukasi dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak dalam janji keuntungan instan yang berujung kerugian.
Publik diimbau untuk bersikap kritis terhadap aplikasi seperti MBA atau domain mba7.com yang menawarkan uang mudah tanpa kejelasan izin dan model bisnis yang sah. Dugaan skema Ponzi berarti risiko kehilangan dana sangat tinggi, terutama jika sistem mengalami kegagalan atau penarikan dana tiba-tiba dihentikan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470208/original/052715700_1768200027-2ee817bd-c350-4a23-8101-9ba9324f98a8.jpeg)


