Memasuki pekan kedua pascabanjir bandang, aktivitas pendidikan di Kabupaten Bireuen, Aceh, belum sepenuhnya normal. Ratusan siswa, salah satunya di SD Negeri 2 Peusangan Siblah Krueng, hingga kini belum bisa menempati ruang kelas mereka.
Demi mengejar ketertinggalan pelajaran, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan sementara ke masjid desa setempat. Langkah darurat ini diambil karena ruang kelas sekolah mereka masih dipenuhi endapan lumpur tebal dan material sisa banjir.
Proses pembersihan sekolah sebenarnya telah berlangsung intensif. Puluhan personel TNI dari Kodim 0111/Bireuen dikerahkan untuk membantu para guru mengeruk lumpur yang menempel di lantai serta dinding ruang kelas.
Kepala SD Negeri 2 Peusangan Siblah Krueng, Saiful Bahri, mengungkapkan bahwa gotong royong ini sudah berjalan hampir dua pekan sejak air surut.
"Pembersihan sekolah telah berlangsung selama hampir dua pekan. Belasan guru bersama anggota TNI bergotong royong, tapi belum selesai sepenuhnya," ujar Saiful.
Saiful menambahkan, kendala utama lambatnya pemulihan adalah tebalnya material lumpur di halaman sekolah yang sulit dibersihkan secara manual. Pihak sekolah masih menunggu bantuan alat berat dan truk pengangkut untuk membuang material tersebut keluar dari area sekolah.
Pihak sekolah berharap bantuan alat berat segera datang agar proses pembersihan rampung, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di dalam kelas.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
