KOMPAS.TV - Sejumlah rumah rusak dan 40 keluarga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (11/1/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di beberapa wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 11 hingga 12 Januari 2026, kejadian bencana didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah. Salah satunya adalah cuaca ekstrem melanda Lombok Timur.
“Peristiwa yang dipicu hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang ini menerjang Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Senin.
Baca Juga: Warga Terjebak Banjir Jakarta, Dorong Kendaraan Mogok hingga Naik Perahu Karet | KOMPAS PETANG
“Berdasarkan data yang diterima BNPB, tercatat sebanyak 40 KK terdampak dan tiga warga mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut,” tambahnya.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, kata Muhari, telah melakukan kaji cepat serta upaya penanganan darurat kepada warga terdampak.
Di hari yang sama, di tempat lain, banjir juga terjadi di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.
“Kejadian ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang, jebolnya irigasi Sungai Cisereh, serta tersumbatnya aliran drainase sehingga menyebabkan air merendam permukiman warga,” ungkap Muhari.
Muhari menambahkan, berdasarkan data yang diterima BNPB, sebanyak 60 KK, 34 unit rumah, satu kantor desa, serta lima unit ruko terdampak akibat peristiwa tersebut.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- cuaca ekstrem
- angin kencang
- penanganan bencana





