REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG, – Mulai Januari 2026, pengecekan keaslian dokumen kependudukan seperti KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) hanya bisa dilakukan melalui Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah ini bertujuan meminimalisir risiko pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan data.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, aplikasi IKD menggantikan metode scan barcode menggunakan kamera ponsel biasa. “Warga harus menggunakan aplikasi IKD untuk memverifikasi dokumen. Ini bagian dari transformasi digital nasional yang dicanangkan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk menjamin keamanan data,” jelas Rizal pada Senin.
Rizal menambahkan, sosialisasi mengenai perubahan ini akan dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Dengan aplikasi IKD, warga bisa melakukan verifikasi real-time ke database Kemendagri dan mengakses berbagai dokumen administrasi dalam satu platform yang aman dan terintegrasi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Transformasi Digital
Sepanjang 2025, Kota Tangerang mencatat tren positif dalam transformasi layanan publik digital dengan 221.239 pengajuan administrasi kependudukan diproses melalui Aplikasi Sobat Dukcapil. Ini termasuk pembaruan KK, penerbitan akta kelahiran dan kematian, serta Surat Keterangan Pindah Datang (SKPWNI).
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Rizal berharap, dengan adanya IKD, tidak ada lagi celah untuk dokumen palsu beredar, sehingga administrasi kependudukan menjadi lebih aman, transparan, dan efisien.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5415669/original/068171900_1763387828-1000245410.jpg)

