Pantau - Ketua Komite Pertahanan Denmark, Rasmus Jarlov, memperingatkan kemungkinan konfrontasi militer terkait Greenland yang menurutnya bisa menjadi "perang paling bodoh dalam sejarah".
Pernyataan tersebut disampaikan Jarlov dalam wawancara dengan Sky News pada Minggu (11/1), merespons ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengutarakan keinginannya untuk menguasai Greenland.
Jarlov menyebut klaim Trump terhadap wilayah Arktik tersebut sebagai "salah satu klaim tanah paling tidak sah dalam sejarah modern".
Tidak Ada Aktivitas Rusia dan China di GreenlandMenanggapi kekhawatiran akan keterlibatan pihak asing di Greenland, Jarlov menegaskan bahwa dua negara besar, Rusia dan China, tidak memiliki aktivitas apa pun di wilayah tersebut.
"Mereka tidak memiliki konsulat. Mereka tidak memiliki kegiatan pertambangan. Mereka tidak memiliki apa pun. Mereka sama sekali tidak berada di sana", ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Greenland telah menyuarakan penolakan terhadap ide untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.
"Warga Greenland telah menyatakan dengan sangat, sangat, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin menjadi warga Amerika dan bahwa mereka tidak dijual", tegas Jarlov.
Ambisi Trump Dianggap Mengancam KedaulatanSejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Donald Trump diketahui beberapa kali menyatakan keinginannya untuk memiliki kendali atas Greenland.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Trump mengisyaratkan bahwa ia tidak menutup kemungkinan menggunakan "paksaan militer atau ekonomi" untuk mencapai tujuannya.
Greenland sendiri merupakan bekas koloni Denmark yang secara resmi menjadi bagian dari Kerajaan Denmark sejak tahun 1953.
Pada tahun 1979, Greenland diberikan pemerintahan sendiri yang memperluas otonominya, meski Denmark masih memegang kendali atas urusan luar negeri dan pertahanan.



