GenPI.co - Presiden Prabowo Subianto menyatakan praktik mark-up anggaran, seperti pencurian di siang hari yang merugikan negara dan rakyat.
“Malu kita dengan bangsa lain, malu dengan rakyat. Mark up itu mencuri di siang bolong,” katanya di sela peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku prihatian terhadap praktik mark up anggaran dan penipuan, yang masih ada.
Dia berpendapat perkembangan teknologi, membuat tindakan tersebut semaki mudah terungkap.
“Kalau ada pejabat yang ingin menjalankan praktik lama, saya kira keliru. Saya tidak tahu sudah berapa direksi Pertamina masuk penjara,” ujarnya.
Prabowo menyatakan negara butuh manajemen terbaik, yang langcar mengelola perusahaan dengan profesional dan tanggung jawab.
Sebelumnya, Prabowo meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur.
Proyek tersebut, menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia. Peresmian RDMP, sebelumnya dilakukan pada 1994 atau 32 tahun silam.
Prabowo berharap adanya kilang minyak terbesar di Indonesia itu, bisa mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Kita tak boleh bergantung energi dari luar. Kita ingin merdeka dan mampu. Kita punya semua, dberi karunia Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya. (ant)
Simak video menarik berikut:



