Kepala BKN Bicara soal Peran ASN PNS dan PPPK, Ayo Berubah!

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan mengenai peran penting Aparatur Sipil Negara (ASN).

Diketahui, ASN terdiri dari PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan PPPK Paruh Waktu yang bersifat sementara sebelum diangkat menjadi pegawai penuh waktu.

BACA JUGA: Pemutusan Kontrak Kerja PPPK Seharusnya Tidak Terjadi, Pemda Harus Kedepankan Kemanusiaan

Prof Zudan mengatakan, ASN menjadi mesin yang menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di tanah air.

Menurut Prof Zudan, pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi peran ASN dalam mengeksekusi APBN dan APBD sebagai instrumen fiskal yang mendorong daya ekonomi serta pembangunan.

BACA JUGA: Kasus Ribuan Honorer Gagal PPPK Paruh Waktu Merembet ke Aroma Ordal

"APBN kita sekitar Rp3.000 triliun, sedangkan APBD sekitar Rp1.300 triliun. Uang negara ini dieksekusi oleh ASN, Sekda, Kepala Dinas, Kepala Bagian, Kepala Bidang sampai level Camat dan Lurah," kata Prof Zudan saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (12/1).

Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi peran ASN yang ikut mendorong pertumbuhan dan kemajuan Kepri dari waktu ke waktu.

BACA JUGA: Ratusan Honorer TMS PPPK Paruh Waktu, Ada yang Masih Mengajar Tanpa Digaji

Dia menyebut saat ini jumlah ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK di Indonesia sudah bertambah menjadi 6,5 juta orang, dari setahun sebelumnya yang sebanyak 4,7 juta orang.

Zudan juga mengingatkan ASN harus berada dalam satu barisan mewujudkan visi-misi Asta Cita Presiden Prabowo yang diimplementasikan melalui pencapaian visi-misi kepala daerah, baik gubernur, bupati dan wali kota.

"Presiden dan kepala daerah itu ibarat pilot pesawat dan ASN adalah mesin yang menggerakkan APBN serta APBD," ungkapnya.

Selain itu, Zudan turut berpesan ASN di Kepri harus efektif pada target kinerja yang hendak dicapai.

Dia mengaku khawatir Kepala OPD dan jajaran menetapkan target kinerja rendah agar terlihat berhasil.

Dia menyampaikan pengalamannya saat menjabat sebagai Pj Gubernur Gorontoalo, ada Kepala OPD dan ASN yang ingin sekali capaian kinerjanya 120 persen, tetapi dengan target yang rendah.

"Ayo, kita (ASN) berubah. ASN harus mampu mencapai target Asta Cita setinggi-tingginya," demikian Prof Zudan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Langgar Etik, Pegawai KPK Istri Tersangka Kasus Kemnaker Disanksi Minta Maaf
• 3 jam laludetik.com
thumb
Kasus Nadiem, Hakim Perintahkan Jaksa Serahkan Hasil Audit BPKP
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Liverpool Tertawa saat Crystal Palace Tetapkan Harga Transfer Baru untuk Guehi, Manchester City Terpaksa Mundur
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Amankan 10 Pelajar Diduga Hendak Tawuran di Surabaya
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.