jpnn.com - BANDARLAMPUNG – Berikut ini kabar gembira untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandarlampung.
Pemkot Bandarlampung menyiapkan tiga lokasi untuk pembangunan perumahan ASN dengan kapasitas mencapai seribuan unit.
BACA JUGA: Pemutusan Kontrak Kerja PPPK Seharusnya Tidak Terjadi, Pemda Harus Kedepankan Kemanusiaan
Diketahui, ASN terdiri dari PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan PPPK Paruh Waktu yang bersifat transisi sebelum diangkat menjadi pegawai penuh waktu tanpa tes lagi.
"Tiga lokasi yang kami siapkan di Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB), Tanjungsenang dan Sukarame," kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandarlampung, Senin (12/1).
BACA JUGA: Kasus Ribuan Honorer Gagal PPPK Paruh Waktu Merembet ke Aroma Ordal
Dia mengatakan dari tiga lokasi yang telah disiapkan tersebut Kecamatan TBB bakal menjadi percontohan pembangunan perumahan ASN utama dengan luas lahan sekitar 5 hektare.
"Kemudian di Tanjungsenang itu kami siapkan dua setengah hektare dan Sukarame satu hektare. Ketiganya diproyeksikan menampung kurang lebih seribu unit rumah," kata dia.
BACA JUGA: Ratusan Honorer TMS PPPK Paruh Waktu, Ada yang Masih Mengajar Tanpa Digaji
Dijelaskan bahwa kawasan perumahan ASN ini juga akan menjadi contoh penataan hunian yang baik, mulai dari sistem drainase, gorong-gorong, hingga kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
“Kami ingin tunjukkan bahwa perumahan itu harus dirancang dengan benar, gorong-gorongnya memadai, aliran airnya jelas, dan lingkungan diperhitungkan sejak awal. Makanya ini kita (Pemkot Bandarlampung) jadikan perumahan percontohan,” kata di.
Dia pun berharap pembangunan perumahan ASN tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi standar baru dalam pengembangan kawasan permukiman yang tertata, aman, dan berkelanjutan di Kota Bandarlampung.
"Pembangunan perumahan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini dan kami memastikan aspek kelayakan lahan menjadi perhatian utama, termasuk kondisi lingkungan dan risiko bencana," kata dia. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


