Iran dan Milisi Irak Ancam Bom Pangkalan AS, Gedung Putih Ungkap Pesan Rahasia Teheran

mediaindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita

ESKALASI konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Washington dengan bersumpah akan menargetkan pangkalan militer, kapal perang, hingga personel AS di seluruh kawasan Timur Tengah jika negara pimpinan Donald Trump tersebut mengintervensi kerusuhan yang tengah melanda Iran.

"Datang dan lihatlah apa yang akan terjadi pada kapal-kapal dan pangkalan militer Amerika di kawasan ini. Datanglah dan terbakar dalam api bangsa Iran begitu hebat hingga menjadi pelajaran abadi dalam sejarah bagi semua penguasa AS yang menindas," tegas Qalibaf sebagaimana dikutip dari media pemerintah Press TV, Selasa (13/1).

Ancaman Milisi pro-Iran di Irak

Senada dengan Teheran, Kataib Hezbollah, milisi paling berpengaruh di Irak yang didukung Iran, turut mengeluarkan peringatan serupa. Kelompok ini memperingatkan konflik bersenjata dengan Iran tidak akan berjalan mudah bagi Amerika Serikat.

"Perang melawan Iran bukanlah piknik, melainkan api yang jika dinyalakan tidak akan padam sampai hidung kalian tersungkur di tanah, dan kalian akan membayar dua kali lipat dari keuntungan yang ingin didapat tuan kalian yang serakah," bunyi pernyataan resmi milisi tersebut.

Kataib Hezbollah juga menyerukan kepada para pejuang dan rakyat Irak untuk berdiri teguh membela Iran, menyebut pertahanan terhadap Teheran sebagai bagian dari menjaga kesucian umat Muslim.

Diplomasi di Balik Pintu Tertutup

Di tengah ancaman terbuka tersebut, Gedung Putih memberikan pernyataan mengejutkan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengungkapkan terdapat perbedaan mencolok antara gertakan publik rezim Teheran dengan komunikasi yang mereka sampaikan secara rahasia kepada pemerintahan Trump.

"Apa yang Anda dengar secara publik dari rezim Iran sangat berbeda dari pesan-pesan yang diterima pemerintah secara pribadi, dan saya rasa presiden tertarik untuk mendalami pesan-pesan tersebut," ungkap Leavitt kepada wartawan.

Leavitt menegaskan fokus utama Presiden Trump saat ini adalah menghentikan pertumpahan darah terhadap warga sipil di Iran. Hal ini merujuk pada ancaman Trump sebelumnya yang menyatakan akan menyerang rezim Iran jika mereka terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa.

"Dia (Trump) telah menyatakan dengan cukup jelas bahwa dia tentu tidak ingin melihat orang-orang terbunuh di jalanan Teheran, dan sayangnya, itulah yang kita lihat saat ini," tambahnya.

Hingga saat ini, utusan khusus utama presiden, Steve Witkoff, dikonfirmasi terus menjadi pemain kunci dalam diskusi diplomatik maraton dengan pihak Iran guna mencari jalan keluar dari krisis yang kian membara ini. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KLa Project Rayakan 37 Tahun Berkarya Lewat Konser Spesial Bertajuk "37 LUX NOVA" di Jakarta
• 12 menit lalupantau.com
thumb
Polres Serang Dirikan Dapur Umum Bagi Warga Terdampak Banjir di Serang
• 9 jam laludetik.com
thumb
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Cara Registrasi Akun SNPMB 2026 Bagi Siswa: Link dan Panduannya
• 7 jam laludetik.com
thumb
HK-WIKA Bangun Gedung CMU RSUP Sardjito Yogyakarta, Target Selesai Akhir 2027
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.