Ratusan Jagal dan Pedagang RPH Pegirian Lanjut Mogok Kerja, Distribusi Daging di Surabaya Terdampak

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com – Ratusan jagal dan pedagang daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Surabaya menggelar aksi mogok kerja massal sejak Senin (12/01). 

 

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana relokasi RPH ke kawasan Tambak Oso Wilangun (TOW) yang dinilai merugikan pelaku usaha daging.

 

Tak hanya menghentikan aktivitas pemotongan, para pedagang juga kompak menolak mendistribusikan daging  ke seluruh wilayah Kota Surabaya. Akibatnya, pasokan daging sapi ke pasar tradisional, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM terhenti total.

 

“Kami pastikan tidak ada peredaran daging sapi dari RPH Pegirian. Mogok ini dilakukan secara total,” tegas Abdullah Mansyur koordinator jagal dan pedagang daging sapi Surabaya.

 

Menurut Abdullah RPH Pegirian selama ini menjadi salah satu pusat pemotongan dan distribusi daging sapi terbesar di Surabaya. Dengan terhentinya aktivitas pemotongan, ia memperkirakan akan terjadi penurunan suplai daging yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.

 

“Kalau mogok ini berlanjut, berapa ton daging tidak bisa kami suplai. Dampaknya bukan hanya Surabaya, tetapi juga daerah lain yang bergantung pada pasokan dari Pegirian. Selain itu, gejolak harga juga akan dirasakan mulai dari peternak, distributor, pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga konsumen,” ujarnya.

  

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa rencana relokasi RPH Pegirian ke TOW tetap dijalankan meskipun mendapat penolakan keras dari para pelaku usaha daging.

 

Kepastian ini disampaikan seusai audiensi antara perwakilan jagal dan Pemkot Surabaya di Balai Kota, Senin (12/1) yang digelar usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya.

 

“Dalam audiensi tadi, posisi masing-masing tetap. Pemerintah kota menyampaikan bahwa relokasi berjalan sesuai rencana, sementara teman-teman jagal masih belum sepakat dan memilih tetap memanfaatkan Pegirian,” Jelas Fajar Direktur RPH Pegirian.

 

Selain mogok kerja, para jagal juga akan menggelar aksi demonstrasi dengan massa yang lebih banyak jika tidak ada pertemuan langsung dengan Wali Kota Surabaya. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap stabilitas pasokan pangan dan ekonomi di Kota Pahlawan cukup besar. (zaz/ias)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Finke, Sungai Tertua di Dunia Berusia 300-400 Juta Tahun
• 39 menit lalumedcom.id
thumb
Pakar Ungkap Arti Penting Peresmian RDMP Balikpapan
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Putaran Kedua BRI Super League, PSIM Liburkan Pemain Selama Dua Hari
• 2 jam lalubola.com
thumb
IHSG Melemah 52 Poin di Tengah Aksi Profit Taking dan Minim Katalis Baru
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Perpanjang Waktu Penyaluran Beras SPHP 2025 hingga 31 Januari 2026
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.