JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur menyebut sampah basah menjadi kendala utama dalam proses pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi, mengatakan sampah yang bercampur dan dalam kondisi basah menyulitkan proses pengambilan menggunakan alat berat.
"Beberapa kali kita coba, itu harus dicongkel dulu. Jadi ketika di-shovel karena padat, shovel-nya itu agak mengangkat ban belakangnya (alat berat)," ujar Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
"Kita menggunakan beko untuk mengambil terlebih dahulu, menggemburkan, sehingga memudahkan untuk shovel, mengambil sampah dan menaikkannya ke dalam truk," jelas Dwi.
Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala dalam pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sampah Pasar Induk Kramat Jati, sampah kramat jati, sampah pasar kramat jati, gunung sampah pasar kramat jati&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8wOTQ3NDk5MS9odWphbi1kYW4tc2FtcGFoLWJhc2FoLWhhbWJhdC1wZW5nYW5na3V0YW4tc2FtcGFoLWRpLXBhc2FyLWluZHVrLWtyYW1hdA==&q=Hujan dan Sampah Basah Hambat Pengangkutan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Seperti ini, kita kalau tadi hujan besar kita berhenti dulu karena takut ya kondisi lagi begini sangat membahayakan untuk operator maupun yang sedang memasang terpal di sebelah sana untuk perapihan penutupan truk armada tersebut," ucap dia.
Untuk meminimalisir bau menyengat, Sudin LH Jakarta Timur juga menerapkan pemisahan antara sampah lama dan sampah baru.
"Saya sengaja memisahkan sampah lama dan sampah baru karena kecenderungan untuk sampah lama ini lebih menimbulkan bau," ujar Dwi.
"Kita prioritaskan pengangkutan di sampah lama terlebih dahulu agar meminimalisir bau yang ditimbulkan dari sampah ini," imbuh dia.
Sebelumnya, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan pengangkutan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akan rampung pada Senin (12/1/2026).
Baca juga: 450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Diangkut, Masih Tersisa 1.300 Ton
Volume sampah yang tersisa hanya tinggal beberapa meter kubik.
Sudin LH Jakarta Timur menargetkan pengangkutan tambahan sekitar 400 hingga 500 ton sampah hari ini apabila skema dua rit pengangkutan berjalan optimal.
"Tapi kalau tidak, misalkan sekitar 350-an ton. Jadi sekitar 2.300-an ton per hari ini yang sudah bisa diangkut," tutur Dwi.
Hingga Minggu (11/1/2026), dikerahkan 132 truk untuk mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


