Apa Arti Bendera lama Iran "Singa dan Matahari" yang Dibawa Pendemo?

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Aksi demonstrasi yang mengguncang Iran sejak 28 Desember 2025 disebut sebagai yang terbesar sejak protes nasional 2022. Kelompok hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan lebih dari 500 orang diyakini tewas dalam rangkaian unjuk rasa tersebut.

Menurut HRANA, sedikitnya 490 demonstran dan 48 aparat keamanan meninggal dunia, sementara lebih dari 10.600 orang ditangkap. Pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban jiwa, dan laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Protes yang awalnya dipicu krisis moneter, inflasi tinggi, dan melemahnya mata uang nasional, dengan cepat berubah menjadi tuntutan perubahan rezim.  Di tengah eskalasi tersebut, perhatian dunia tertuju pada satu simbol yang kembali muncul di jalan-jalan Iran, yakni bendera lama Iran bergambar singa dan matahari

Bendera tersebut tidak sekadar atribut demonstrasi. Ia menjadi bahasa simbolik yang membawa pesan sejarah, identitas nasional, serta penolakan terhadap sistem teokrasi yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Arti Bendera Lama Iran “Singa dan Matahari”
singa dan matahari (Katadata)

 

Banyak demonstran mengibarkan bendera singa dan matahari sebagai penanda penolakan terhadap simbol Republik Islam Iran saat ini.

Menariknya, simbol ini tidak hanya digunakan di Iran. Aksi solidaritas di London, Eropa, dan Amerika Serikat juga menampilkan bendera singa dan matahari sebagai lambang perlawanan.

Arti bendera lama iran, singa dan matahari erat kaitannya dengan sejarah panjang peradaban Persia. Simbol singa dan matahari telah hadir dalam sejarah Iran jauh sebelum Revolusi Islam 1979

Makna Matahari dalam Tradisi Keagamaan Iran

Dalam arti bendera lama iran, matahari memiliki makna religius yang mendalam. Ia berkaitan erat dengan Mithraism, kepercayaan kuno Iran yang memuliakan Mithra sebagai dewa matahari, keadilan, dan perjanjian.

Matahari dipandang sebagai entitas maha melihat yang mengawasi sumpah dan kejujuran manusia. Konsep ini kemudian menguatkan legitimasi raja sebagai penjaga keadilan sosial.

Simbol Faravahar, matahari bersayap dari tradisi pra-Islam, juga memperkuat makna matahari sebagai lambang kekuasaan ilahi yang menopang pemerintahan.

Singa sebagai Penjaga Kekuasaan dan Tatanan Kosmik

Singa dalam sejarah Persia muncul sejak era Kekaisaran Achaemenid. Relief di Persepolis memperlihatkan singa sebagai simbol kekuatan dan kemenangan atas kekacauan.

Pada masa Kekaisaran Sasanian, singa digunakan dalam seni, koin, dan lambang kerajaan. Simbol ini menegaskan peran raja sebagai pelindung rakyat dan penjaga tatanan dunia.

Jadi Lambang Resmi Negara Pada Dinasti Safavid

Simbol singa dan matahari menjadi lambang resmi negara pada era Dinasti Safavid. Safavid menggunakan simbol ini untuk membedakan Iran dari Kesultanan Ottoman dan menegaskan identitas Syiah Dua Belas. Simbol ini kemudian dilembagakan dalam bendera nasional pada era Qajar.

Pada masa Dinasti Pahlavi, simbol ini ditafsirkan secara nasionalistik. Unsur keagamaan dikurangi dan keterkaitannya dengan kejayaan pra-Islam Persia lebih ditonjolkan.

Tidak Lagi Dipakai Sebagai Lambang Negara Sejak Revolusi Islam 1979

Setelah Revolusi Islam, Ayatollah Khomeini memerintahkan penghapusan simbol singa dan matahari dari seluruh institusi negara. Bendera Iran diganti dengan simbol kaligrafi “Allah” dan tulisan Allahu Akbar. Sejak saat itu, simbol lama dikategorikan sebagai peninggalan rezim monarki dan dilarang secara resmi.

Legenda Iran Tentang Singa dan Matahari

Saat membahas arti bendera lama iran, beberapa sejarawan juga mengaitkannya dengan asal-usul simbol singa dan matahari yang dapat ditelusuri pada abad ke-12 saat masa Kekaisaran Seljuk. Beberapa sejarawan menganggap kisah cinta Sultan Kaykhusraw I kepada istrinya yang terkenal akan kecantikannya menjadi titik awal hadirnya simbol ini.

Karena penggambaran wajah perempuan dianggap bertentangan dengan norma keagamaan Sunni, kecantikan sang permaisuri diwakili oleh matahari. Sosok raja sendiri digambarkan sebagai singa, lambang kekuasaan dan keberanian. Simbol ini kemudian berkembang menjadi ikon yang bertahan lintas dinasti dan zaman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo: Target 500 di 2029, Insyaallah Tercapai
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Foto: Gas Air Mata Mengepul Saat Agen Imigrasi Berjaga di Minneapolis, AS
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mendagri Tito Cek Langsung Infrastruktur Terdampak Bencana di Bener Meriah
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Dilanjutkan
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.