Antisipasi Pengunjung Lelah, Pengelola Candi Borobudur Sedia Shuttle–Kursi Roda

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bagi sejumlah wisatawan, kunjungan ke Candi Borobudur merupakan sebuah perjalanan spiritual untuk menemukan ketenangan batin. Perjalanan untuk sampai di puncaknya cukup panjang, terlebih jika saat cuaca terik di siang hari. Pengunjung perlu mengatur ritme agar tidak kunjung lelah di perjalanan.

Menggeser waktu kunjungan ke pagi hari bisa menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin tetap menikmati keindahan Candi Borobudur tanpa harus berpanas-panasan. Sekitar pukul 04.00 WIB, sebelum matahari terbit, kawasan candi sudah dibuka bagi pengunjung yang ingin mengikuti tur Borobudur Sunrise. Tak sekadar menghindari terik, ada juga pelancong seperti Miguel Gutierrez dari New Mexico, Amerika Serikat, yang mengaku ikut Borobudur Sunrise karena ingin mencari kedamaian.

Inner peace adalah hal terbesar. Saya merasa, terkadang inner peace itu sangat sulit untuk kita cari. Kebanyakan dari kita butuh keluar dari zona nyaman untuk mencari inner peace itu,” kata Miguel saat ditanya alasannya rela mendaki candi subuh-subuh, Minggu (4/1).

Senada dengan Miguel, Karina yang merupakan pelancong asal Jakarta juga merasakan suasana yang sangat damai, bahagia, dan penuh syukur saat berada di puncak Candi Borobudur. Baginya, melihat matahari terbit adalah simbol memulai aktivitas dengan rasa syukur kepada Tuhan.

“Spesifik pilih yang sunrise karena filosofi hidup ya. Jadi, ketika kita (melihat) matahari terbit itu adalah start kita untuk menjalani aktivitas, menjalani daily life, dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara dan selanjutnya menikmati matahari yang bersinar,” ungkap Karina.

Meski menawarkan perasaan damai bagi pengunjung yang menyaksikan kemegahan situs warisan dunia ini secara langsung, mereka harus berkompromi dengan luasnya kawasan candi yang harus diarungi dengan berjalan kaki. Kondisi cuaca yang panas dan jarak antartitik yang jauh kerap menjadi tantangan besar, terutama bagi pengunjung berusia lanjut. Robert, pengunjung berusia 81 tahun, mengakui bahwa medan Borobudur terasa sulit baginya.

“Buat kami yang sudah di kepala delapan memang sulit. Buat kami ya seperti itu, sudah nggak kuat. Apalagi kalau cuacanya terang-benderang begini, panas sekali ya,” aku Robert.

Kondisi serupa juga dialami pengunjung disabilitas yang membutuhkan bantuan untuk menjangkau titik-titik di kawasan candi. WHO mencatat, sekitar 1,3 juta populasi dunia hidup dengan disabilitas. Menyadari tantangan tersebut, pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti shuttle mobil listrik (EV) Wira Wiri. Kendaraan ini menjadi andalan utama bagi pengunjung yang tidak sanggup menempuh jarak jauh.

“Untuk pintu keluar (Candi Borobudur) itu sekarang sudah ada dua pilihan. Yang satu itu yang naik shuttle EV Wira Wiri, dan yang satunya agak belok untuk jalan pintas. Cuma kalau yang belok jalan pintas itu nggak menggunakan EV Wira Wiri, tapi jalan kaki,” jelas Maidi, pengelola tiket di kawasan wisata candi.

Selain EV, tersedia pula kursi roda yang dapat dipinjam secara gratis di berbagai titik kawasan wisata, ambulans, dan layanan priority service atau layanan panggilan. Aksesibilitas dan layanan prioritas ini dapat dimanfaatkan terutama oleh pengunjung lansia, ibu hamil, atau penyandang disabilitas yang mungkin kesulitan menempuh jarak antartitik di kawasan wisata.

Kendati demikian, tantangan fisik ini rupanya tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tercatat sebanyak 96.092 wisatawan memadati kawasan ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Sejak Deras Pagi, Dua RT di Cilandak Timur Terendam Banjir
• 22 jam laludisway.id
thumb
Rekayasa Operasi: KRL Bogor–Jakarta Kota Hanya Sampai Manggarai Sore Ini
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Menteri ESDM Ungkap Banyak Tantangan dalam Proyek RDMP Balikpapan, Termasuk Dugaan Sabotase
• 14 jam lalupantau.com
thumb
OJK Catat Bank Salurkan Rp60,79 Triliun ke Pindar, Jadi Penyumbang Terbesar!
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.