Herdman: Memahami Budaya dan Fans Kunci Membangun Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
John Herdman menegaskan pemahaman budaya dan kedekatan dengan fans menjadi kunci membangun Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. (Sumber: YouTube PSSI TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - John Herdman menegaskan bahwa proyeknya bersama Timnas Indonesia tidak dibangun semata-mata di atas taktik dan strategi di lapangan. 

Dalam pernyataan di konferensi pers perdana dalam perkenalannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Selasa (13/1/2026) pagi, juru taktik asal Inggris itu menekankan pentingnya memahami budaya, merasakan denyut kehidupan masyarakat, dan membangun koneksi emosional dengan para suporter sebagai fondasi utama menuju target besar Piala Dunia 2030.

Bagi Herdman, adaptasi budaya bukan sekadar proses tambahan, melainkan bagian inti dari kehidupan dan kepelatihan. 

Baca Juga: Tampil Perdana sebagai Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Janji Bawa Garuda ke Panggung Dunia

Ia menilai bahwa untuk membangun tim nasional yang kuat, seorang pelatih harus lebih dulu “menghirup” budaya negara yang dilatihnya.

“Pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda, baik budaya sepak bola maupun budaya sosial, adalah bagian dari memahami sebuah negara. Anda harus benar-benar merasakan negaranya, baru bisa memahaminya,” ujar Herdman.

Herdman menyebut bahwa sejak awal kariernya, ia selalu membawa keluarganya untuk ikut merasakan langsung kehidupan di negara yang ia latih. 

Bagi dia, sepak bola tidak bisa dipisahkan dari masyarakat yang menghidupinya. Ia melakukan hal yang sama ketika menangani Selandia Baru dan Kanada. 

Kini, pendekatan itu kembali ia terapkan di Indonesia, di mana ia ingin benar-benar mengenal apa arti Skuad Garuda bagi jutaan orang.

Dalam pandangan Herdman, hubungan antara suporter dan pemain adalah sumber kekuatan terbesar sebuah tim nasional. 

Baca Juga: John Herdman Jadi Pelatih Timnas, Siapa yang Digandeng Jadi Asisten Pelatih Lokal? Ini Analisisnya

Ia ingin menjembatani energi dari tribun ke ruang ganti, sehingga para pemain tidak hanya bermain untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk jutaan pendukung di seluruh negeri.

Ia menyebut bahwa dari pemahaman itulah akan lahir identitas tim: untuk apa mereka bertarung, kapan harus bertarung, dan bagaimana membawa semangat suporter ke dalam permainan.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • John Herdman
  • Timnas Indonesia
  • filosofi Herdman
  • budaya sepak bola Indonesia
  • fans Garuda
  • Piala Dunia 2030
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjualan Motor 2025 6,4 Juta Unit, Dominasi Skutik Makin Perkasa
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
DPR RI Buka Masa Persidangan III 2025–2026, 294 Anggota Dewan Hadir
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Tersingkir Lebih Awal Setelah Kalah dari Paris FC, PSG Gagal Pertahankan Gelar Piala Prancis
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Megawati Minta Kader PDIP Lontarkan Kritik Berbasis Data, Bukan Kemarahan
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Wayne Rooney Kembali ke Manchester United
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.