Tokio Marine Life Insurance Indonesia bersama LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra retail modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia menyelenggarakan UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands, sebuah program pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat.
Program ini merupakan bagian dari Sustainability Journey Tokio Marine Life yang berfokus pada pilar kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi. Melalui kolaborasi lintas sektor, UMKM Level-Up dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kesiapan bisnis agar mampu menembus ekosistem retail modern secara berkelanjutan.
Melalui pilar pendidikan, Tokio Marine Life bersama LAZISMU telah menyalurkan tahap pertama Beasiswa Sang Surya kepada mahasiswa Politeknik Tempo pada tahun lalu. Program ini rencananya juga akan dilanjutkan kembali pada tahun ini melalui penyaluran tahap kedua, sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mendukung akses pendidikan dan pengembangan talenta muda. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia usaha.
Pada kesempatan ini, pilar pemberdayaan ekonomi diwujudkan melalui rangkaian kegiatan talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, serta sesi kurasi langsung oleh mitra retail modern. Peserta UMKM tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga kesempatan untuk bertemu langsung dengan pihak retail guna membuka akses pasar yang lebih luas.
Fokus kegiatan pada UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat sejalan dengan kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan antara Politeknik Tempo, PPKUKM DKI Jakarta, dan JakPreneur. Selama ini, Politeknik Tempo secara rutin bekerja sama dengan PPKUKM dan JakPreneur dalam menyelenggarakan pelatihan dan workshop bagi UMKM, sehingga wilayah Jakarta Barat dinilai memiliki ekosistem pembinaan yang siap untuk diperkuat lebih lanjut.
Sebanyak 53 pelaku UMKM yang mengikuti kurasi merupakan anggota Jakarta Entrepreneur binaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat yang telah lolos proses seleksi serta menunjukkan konsistensi dalam mengikuti berbagai tahapan pembinaan berkelanjutan. Peserta dipilih dari 80 usulan UMKM yang berasal dari delapan kecamatan di wilayah Jakarta Barat, sehingga UMKM yang difasilitasi benar-benar dinilai siap untuk naik kelas.
SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, menyampaikan keberlanjutan merupakan perjalanan yang membutuhkan kesinambungan.
“Melalui Sustainability Journey, kami tidak hanya fokus pada satu pilar, tetapi membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa Politeknik Tempo pada tahap pertama, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk mendukung pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Alexander melalui keterangan tertulis, Selasa (13/1).
Dukungan pemerintah juga turut disampaikan oleh Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat, serta Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, yang menyambut baik kolaborasi lintas sektor dalam membuka peluang UMKM naik kelas.
Sesi talkshow menghadirkan Iqbal Idham Ramid, Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat, bersama perwakilan retail modern dan pelaku UMKM, yang membahas kesiapan UMKM untuk masuk retail, standar produk, serta tantangan dalam proses scale-up.
Dari sisi retail, Auliyarrrohman Nuril Afwan, Manager Merchandising PT AEON Indonesia menyoroti pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi. Sementara itu, Mety Sumiati, Product Development Private Brand Lotte Mart Indonesia, menekankan pentingnya pemahaman standar retail agar kemitraan dapat berjalan jangka panjang.
Pengalaman pelaku UMKM disampaikan oleh Jonathan Pranadjaja, Founder GNB Drinks, yang berbagi perjalanan usahanya hingga dapat berkembang dan masuk ke pasar yang lebih luas.
Sebagai bagian penting dari agenda, Financial Level-Up Masterclass menghadirkan Rahmi Utami, dosen Politeknik Tempo, bersama Novi Andrianto, Head of Agency Training & Manpower Development Division Tokio Marine Life, yang membahas pengelolaan keuangan dasar UMKM, pengaturan arus kas, serta pemahaman risiko usaha.
“Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti pemilik usaha sakit, produksi terhenti, atau gangguan operasional dapat berdampak besar pada kelangsungan bisnis. Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM memahami risiko tersebut dan menyiapkan langkah-langkah sederhana agar usaha tetap berjalan dan lebih tangguh,” ujar Novi Andrianto.
Sementara pada Workshop Persiapan Kurasi yang difasilitasi oleh Rosdiana dan Ayoedia Gita Citrayomie, dosen Politeknik Tempo, bersama perwakilan mahasiswa, UMKM mendapatkan pendampingan langsung untuk mempersiapkan presentasi dan kesiapan produk sebelum dikurasi oleh retail.
Melalui sesi kurasi, UMKM dinilai langsung oleh retail modern sebagai langkah awal agar produk mereka dapat diterima dan diserap pasar, sekaligus menjadi momentum nyata bagi UMKM untuk benar-benar naik kelas.
Harapannya program UMKM Level-Up ini dapat terus mendorong UMKM Indonesia agar lebih siap, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




