JAKARTA, KOMPAS.com – Evaluasi penanganan banjir di Jakarta Barat mengungkap adanya kerusakan pada infrastruktur pengendali banjir berupa turap beton atau sheet pile di sejumlah titik rawan.
Kerusakan tersebut dinilai berkontribusi terhadap meluasnya genangan saat debit air kali meningkat.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, mengungkapkan, di kawasan rawan banjir seperti Rawa Buaya, ditemukan banyak sheet pile yang sengaja dilubangi oleh warga.
Padahal, turap beton tersebut berfungsi menahan air kali agar tidak meluap ke permukiman.
Baca juga: Jakbar Masih Dihantui Banjir, Wali Kota Sebut Masalah Multidimensi dari Hulu ke Hilir
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=banjir Jakarta, banjir jakarta hari ini, Banjir jakarta barat, Sheet pile rusak, Warga bobol turap, warga lubangi turap&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8xMjEwMDA3MS9wZW1rb3QtdW5na2FwLWJpYW5nLWtlcm9rLWJhbmppci1wYXJhaC1kaS1qYWtiYXItdHVyYXAtZGlzZWJ1dC1zZW5nYWph&q=Pemkot Ungkap Biang Kerok Banjir Parah di Jakbar, Turap Disebut Sengaja Dilubangi Warga§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Terutama untuk yang di Rawa Buaya, Rawa Buaya ini memang ada celah-celah. Jadi kalau dari pemukiman itu memang dibolongin oleh warga karena warga itu perlu untuk buangan air," ungkap Purwanti saat meninjau pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Selasa (13/1/2026).
Menurut Purwanti, lubang yang dibuat warga awalnya dimaksudkan sebagai saluran pembuangan air dari permukiman menuju kali.
Namun, kondisi tersebut justru menimbulkan risiko lebih besar saat debit air kali meningkat akibat hujan deras maupun adanya air kiriman.
"Tapi begitu kalinya tinggi, pasti backwater kan, justru air kali akan masuk ke pemukiman," jelas Purwanti.
Purwanti menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan RT, RW, dan pihak kelurahan setempat agar warga tidak lagi membolongi sheet pile meskipun kawasan permukiman tergenang air.
"Ini kami sudah koordinasi dengan RT dan RW serta kelurahan agar warga dapat membuang ke depan salurannya. Jadi tidak membobol kali karena memang kalau misalnya pada saat kali itu surut, mereka akan mengalir," ucapnya.
Baca juga: Jalan Raya Cakung Cilincing Masih Terendam Banjir Setinggi 25 Cm
Selain itu, Purwanti juga menyoroti persoalan teknis pada pemasangan sheet pile di sepanjang Jalan Daan Mogot yang turut memicu genangan.
Ia menyebutkan, masih terdapat lubang sisa konstruksi atau cantelan alat berat yang tidak tertutup sempurna setelah pemasangan sheet pile.
"Maksudnya kan kalau sheet pile itu pas waktu saat dia membangun kan ada bolong-bolong tuh untuk cantelannya ya," ucap Purwanti.
"Nah di situ yang kurang kami perhatikan karena kan biasanya kalau airnya rendah itu kan tidak keluar. Nah, begitu airnya tinggi, nah itu akan keluar dari situ," sambungnya.
Sebagai langkah darurat sekaligus jangka panjang, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat akan melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Kali Mookervart untuk menutup secara permanen celah-celah pada sheet pile tersebut.


