Novo Nordisk Paparkan Dampak Terapi GLP-1 terhadap Pola Konsumsi

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada ajang ilmiah internasional ObesityWeek yang berlangsung pada akhir tahun lalu di Atlanta, Amerika Serikat, Novo Nordisk memaparkan hasil analisis data nyata pengeluaran belanja dari lebih dari 200.000 rumah tangga. Analisis tersebut menemukan bahwa rumah tangga yang di dalamnya terdapat setidaknya satu orang pengguna obat GLP-1 RA Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan menunjukkan penurunan pengeluaran belanja dari tahun ke tahun dibandingkan rumah tangga yang tidak menggunakan obat sejenis, terutama pada pembelian alkohol dan produk tembakau atau rokok.

Temuan ini menunjukkan adanya potensi hubungan antara penggunaan obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan dengan berkurangnya konsumsi alkohol dan rokok di tingkat rumah tangga.

Baca Juga

Di Indonesia, obesitas menjadi masalah kesehatan yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan survei kesehatan terbaru, jumlah orang dewasa dengan obesitas dan penumpukan lemak di perut terus meningkat.

Saat ini diperkirakan sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau memiliki penumpukan lemak di area perut. Obesitas bukan hanya persoalan penampilan. Individu dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, serta nyeri sendi, yang berdampak pada kualitas hidup dan beban keuangan keluarga.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam analisis tersebut, peneliti menelaah data pengeluaran belanja rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari selama dua periode 12 bulan. Data dikumpulkan melalui survei berkala antara April 2024 hingga April 2025 dari panel konsumen berskala besar yang mencatat struk belanja serta mengisi survei terkait informasi keluarga, penggunaan obat, dan kebiasaan.

Hasil analisis menunjukkan rumah tangga dengan setidaknya satu pengguna obat GLP-1 RA Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan mengalami penurunan pengeluaran belanja dari tahun ke tahun, terutama akibat berkurangnya pengeluaran untuk alkohol dan produk tembakau atau rokok, dibandingkan rumah tangga tanpa pengguna obat GLP-1 RA.

Meskipun analisis ini tidak dapat membuktikan bahwa obat secara langsung menyebabkan perubahan perilaku, temuan tersebut memberikan indikasi bahwa pengobatan obesitas berpotensi mendorong pilihan hidup yang lebih sehat, seperti mengurangi konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Karena analisis dilakukan pada tingkat rumah tangga, manfaat potensial ini juga dimungkinkan dirasakan oleh anggota keluarga lain yang tinggal bersama pengguna obat.

“Kita telah mengetahui bahwa obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan terbukti efektif menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan yang luas. Karena itu, sangat menarik melihat adanya indikasi bahwa terapi ini juga dapat membantu individu dengan obesitas dalam mengambil keputusan yang lebih sehat setiap harinya,” ujar Chief Medical Officer Novo Nordisk, Dr. Filip K. Knop, Selasa (13/1/2026).

Temuan terbaru mengenai penurunan belanja alkohol dan rokok pada rumah tangga yang menggunakan terapi ini sangat menggembirakan. Hal ini menunjukkan potensi manfaat terapi tersebut dalam membantu pasien obesitas, termasuk anggota keluarga yang tinggal bersama mereka, untuk membangun pola hidup yang lebih sehat.

Analisis data dunia nyata ini mengeksplorasi dampak yang lebih luas dari terapi tersebut, sekaligus melengkapi studi dunia nyata INFORM yang baru-baru ini meneliti pengaruh terapi ini terhadap food noise pada individu dengan obesitas," katanya.

Analisis berbasis data nyata seperti ini memiliki keterbatasan. Hasilnya hanya menunjukkan potensi hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa obat secara langsung menyebabkan perubahan perilaku. Data dicatat pada tingkat rumah tangga, sehingga tidak dapat dipastikan siapa yang membeli atau mengonsumsi alkohol dan rokok.

Penurunan pengeluaran dapat mengindikasikan penurunan konsumsi, namun bukti tambahan masih diperlukan untuk mengonfirmasi hal tersebut.

“Di Indonesia, kita melihat obesitas semakin sering ditemukan dan kerap disertai penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi. Banyak pasien merasa kondisi ini sepenuhnya kesalahan mereka, padahal obesitas adalah kondisi medis yang kompleks dan membutuhkan bantuan,” ujar Clinical, Medical, Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman.

“Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin memandang obesitas sebagai kondisi yang dapat dan perlu ditangani secara serius dengan dukungan dokter serta terapi yang tepat, bukan dengan menyalahkan diri sendiri. Tidak ada seorang pun yang harus menghadapi obesitas sendirian,” lanjutnya.

Di tengah tantangan tersebut, edukasi dan akses terhadap informasi yang akurat menjadi sangat penting agar masyarakat dan pasien dapat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik. Sebagai bagian dari komitmen edukasi, Novo Nordisk menyediakan platform informasi kesehatan melalui laman NovoCare.id. Melalui NovoCare, masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang mudah dipahami mengenai obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, termasuk tips gaya hidup sehat, klarifikasi mitos dan fakta seputar obesitas, serta panduan berdiskusi dengan tenaga kesehatan agar keputusan pengobatan didasarkan pada informasi yang tepercaya.

Obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan merupakan obat resep yang diberikan setelah konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Terapi ini digunakan sebagai tambahan terhadap pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik untuk membantu orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan mengelola berat badan.

Obesitas sering disertai kondisi lain seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, peningkatan lemak darah, penyakit jantung, serta nyeri sendi. Dalam berbagai studi klinis, terapi GLP-1 terbukti membantu banyak pasien menurunkan berat badan secara signifikan serta memperbaiki faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan metabolisme.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika .img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : ANTARA/REUTERS Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sosok Kelly di Buku Broken Strings Milik Aurelie Moeremans Akhirnya Hubungi dan Sampaikan Permintaan Maaf
• 13 jam lalugrid.id
thumb
IDAI: Air Kelapa Belum Terbukti Redakan Gatal Akibat Cacar Air
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pesangon tak Kunjung Dibayar, Eks Buruh Sritex Demo di PN Niaga Semarang
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Menkop UKM Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja untuk Milenial dan Gen Z
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.