REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Research Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Gundy Cahyadi menyampaikan meluasnya risiko geopolitik menjadi sinyal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar sebagai prioritas utama.
“Ini bukan tahun untuk terlalu banyak eksperimen kebijakan. Arah strategis sudah ada, yang paling dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan kualitas eksekusi,” ujar Gundy dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Pemerintah Pastikan Paket Ekonomi Berlanjut Tahun Ini
- Airlangga: Tata Kelola Keuangan Negara Kunci Kekuatan Ekonomi Nasional
- Investasi dan Lapangan Kerja Jadi Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Sebagai latar belakang, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menarik AS dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 35 organisasi non-PBB yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS.
Keputusan tersebut muncul setelah AS menuai kritik internasional terkait tindakannya terhadap Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan keluar dari negara tersebut atas tuduhan keterlibatan dalam narko-terorisme yang dianggap mengancam keamanan AS.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Ketegangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran geopolitik di kawasan lain, termasuk potensi eskalasi hubungan China–Taiwan. “Prasasti menilai Indonesia relatif siap menghadapi peningkatan ketidakpastian global. Namun, di tengah risiko geopolitik yang meningkat, ruang kesalahan menjadi semakin sempit. Stabilitas, kredibilitas kebijakan, dan eksekusi yang efektif menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional ke depan,” ujar Gundy.
Ia menilai kestabilan kebijakan menjadi faktor utama dalam merespons risiko geopolitik yang semakin kompleks dan berpotensi meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi global.
Apabila ketegangan politik meluas ke luar kawasan konflik utama, risiko terhadap perdagangan, investasi, serta koordinasi kebijakan global diperkirakan akan meningkat signifikan.
Meski demikian, Prasasti mencatat perekonomian global sejauh ini masih relatif mampu bertahan. Dalam jangka pendek, pasar keuangan dinilai menjadi kanal transmisi utama dampak geopolitik.
Valuasi aset global yang relatif tinggi membuat sentimen pasar semakin sensitif terhadap guncangan politik. “Dalam kondisi pasar yang sudah ‘stretched’, guncangan geopolitik sekecil apa pun dapat dengan cepat menggoyang dan mengganggu stabilitas pasar keuangan,” ujarnya.



