John Herdman Ingin Tinggalkan Warisan di Timnas Indonesia

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai menyiapkan struktur staf kepelatihan yang akan mendampinginya dalam proyek jangka panjang bersama timnas. 

Herdman memastikan proses penunjukan asisten pelatih dan staf pendukung akan berlangsung dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

“Asisten pelatih masih dalam proses. Kami akan membuat beberapa penunjukan dalam dua sampai tiga minggu ke depan. Untuk saat ini saya belum bisa bicara terlalu banyak, tetapi prosesnya sudah berjalan,” ujar Herdman kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Meski belum merinci susunan staf inti, pelatih berusia 51 tahun ini menegaskan komitmennya untuk melibatkan sebanyak mungkin tenaga lokal, terutama di bidang analis, sport science, dan staf pendukung lainnya. 

Menurutnya, keterlibatan sumber daya lokal merupakan bagian penting dari warisan yang ingin ia tinggalkan.

“Pengalaman saya di Kanada adalah membangun legacy. Menggunakan sebanyak mungkin orang lokal agar mereka mendapat pengalaman. Itu penting. Ketika suatu hari Anda meninggalkan sebuah negara, Anda harus meninggalkan orang-orang yang lebih siap dari sebelumnya,” kata Herdman.

Juru taktik kelahiran Inggris ini bahkan menyebut dirinya terbuka untuk tinggal lama di Indonesia, namun menegaskan bahwa peninggalan berupa peningkatan kapasitas staf lokal tetap menjadi prioritas utama.

“Orang-orang lokal itu penting. Itulah warisan sebenarnya,” ucap Herdman.

Terkait komunikasi internal tim pelatih, Herdman menjelaskan fase awal kepemimpinannya akan diisi dengan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia. 

Mantan pelatih Timnas Kanada ini menyebut proses tersebut sebagai analisis mendalam atau post-mortem.

“Kami harus melalui tahap analisis. Saya akan bertemu dengan setiap staf secara individual, mendengarkan perspektif mereka, memahami peran mereka, serta bagaimana kontribusi mereka terhadap keberhasilan maupun kegagalan,” tutur Herdman.

Dari evaluasi itu, ia akan menentukan arah ke depan, termasuk apakah tim membutuhkan perombakan total, penyesuaian sistem, atau penguatan dari struktur yang sudah ada.

“Apakah ini masa depan yang baru? Apakah perlu pembaruan? Atau kita mendukung orang-orang yang sudah punya pengalaman kualifikasi Piala Dunia untuk belajar dan melakukannya lagi dengan lebih baik? Semua itu penting,” ujar Herdman.

Dalam enam bulan pertama, Herdman menegaskan fokusnya bukan hanya pada hasil instan, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap manusia, sistem, dan budaya kerja di Timnas Indonesia.

“Langkah awal ini tentang mendengar, memahami, lalu menentukan apa yang kita butuhkan untuk bergerak maju,” tutur Herdman.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Banjir, Modifikasi Cuaca Jakarta Dilakukan hingga Lima Hari
• 7 menit laluidxchannel.com
thumb
Jangan Lewatkan! Jadwal Drawing Piala AFF 2026: Siapa Lawan Timnas Indonesia?
• 4 jam lalubola.com
thumb
Bantuan 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo Tiba di Banyuwangi, Prioritaskan Tukang Becak Lansia
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Heboh Materi Mens Rea, Habib Rizieq Singgung Penghinaan Islam & Minta Pandji Bertobat
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Banjir Jakarta, Begini Cerita Orangtua Jemput Anak Sekolah dengan Perahu Karet
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.