jpnn.com - JEPARA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan operasional layanan angkutan perintis Bus Damri Karimunjawa, untuk memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan.
Operasional itu ditandai dengan Launching Angkutan Perintis Karimunjawa di Pelabuhan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1).
BACA JUGA: Pemprov Jateng â Lampung Teken 11 Kerja Sama Berbagai Bidang Bernilai Rp 832,3 Miliar Per Tahun
Total bus Damri yang dioperasikan empat unit minibus tipe elf dengan satu cadangan, masing-masing berkapasitas 15–19 penumpang.
Angkutan perintis ini melayani trayek Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak (PP) dengan panjang rute sekitar 55 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.
BACA JUGA: Bus Damri Tabrak Pohon di Bandung, Sopir Sempat Terjepit
Rute tersebut melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Trayek tersebut melayani hingga delapan perjalanan per hari dengan jadwal operasional pukul 05.00–16.30 WIB.
BACA JUGA: Damri Angkut 70 Ribu Pemudik Selama Arus Balik Lebaran
Tarif ditetapkan sebesar Rp 7.000 per penumpang. Rencanannya, operasional trayek tersebut selama 1 Januari–31 Desember 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan operasional layanan angkutan perintis Bus Damri Karimunjawa, untuk memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan. Foto: Humas Pemprov Jateng.
Gubernur Luthfi mengatakan operasional trayek tersebut untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan layanan transportasi bagi masyarakat wilayah kepulauan.
Sebab, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah terluar seperti Karimunjawa.
“Konektivitas masyarakat itu sangat diperlukan. Bergeraknya orang dan barang menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” katanya.
Dia menyatakan layanan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang harus benar-benar dirasakan masyarakat.
Gubernur Luthfi meminta supaya layanan tersebut dirawat, dievaluasi secara berkala, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Dengan konektivitas ini, Karimunjawa akan makin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Area Manager 2 Damri Sumali mengatakan layanan ini merupakan komitmen Damri dalam menghadirkan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat kepulauan.
“Damri senantiasa berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan. Angkutan perintis Karimunjawa ini merupakan bentuk upaya kami meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Sumali.
Menurut dia, sebaran titik layanan dari pelabuhan, bandara, hingga desa-desa diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan akses yang makin baik, pertukaran mobilitas orang dan barang bisa meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Karimunjawa,” katanya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut kehadiran Bus Damri Karimunjawa sebagai jawaban atas persoalan mahalnya biaya transportasi yang selama ini dirasakan warga setempat.
“Sebelumnya, masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya hingga ratusan ribu rupiah. Dengan tarif Rp 7.000, layanan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ujar Witiarso.
Da menambahkan bahwa pada tahap awal layanan tersebut diprioritaskan untuk warga Karimunjawa. Pemanfaatan bagi sektor pariwisata akan dievaluasi lebih lanjut agar tidak terjadi benturan kepentingan.
Sebagai informasi, layanan Bus Damri Karimunjawa merupakan angkutan perintis yang dirancang untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai.(*/jpnn)
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : JPNN.com



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470851/original/082584700_1768264579-20260112_133449.jpg)