Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026). Prabowo berencana membangun 6 kampus SMA Taruna Nusantara di Indonesia.
Prabowo mengatakan berkaca pada negara yang telah berkembang pesat dan jauh peradabannya, sekolah seperti SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan. Di salah satu negara, terdapat ratusan sekolah setara SMA Taruna Nusantara.
"Oleh karena itu, kami bertekad menambah kampus-kampus Taruna Nusantara," kata Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026).
Sejauh ini, baru terdapat satu SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah yang didirikan pada 1990.
"Kemudian kita bina terus sekolah itu [SMA Taruna Nusantara]. Sudah ada 3 kampus, Magelang, ditambah di Malang ini saya resmikan. Kemudian Cimahi. Kita bangun juga di IKN. Sulawesi Tenggara dan Sumatera Selatan. Akhir 2026 kampus-kampus itu beroperasi," ujar Prabowo.
Dilansir dari situs resmi SMA Taruna Nusantara, ide pembuatan sekolah menengah atas berbasis semi-militer itu dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jenderal LB Moerdani, pada 20 Mei 1985 lalu.
Baca Juga
- Prabowo Bakal Guyur Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil
- Ulasan Media Asing Soal Prabowo ke IKN Nusantara Pertama Kali
- Titah Prabowo ke Pertamina Soal National Champion dan Agen Pembangunan
Ide itu lalu diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, guna mendirikan lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Taruna Nusantara lalu diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia (ABRI) Jenderal Try Sutrisno pada 1990.
Belakangan, Prabowo banyak memilih lulusan SMA Taruna Nusantara untuk menjadi pejabat di pemerintahannya. Baik dari level menteri hingga pejabat eselon. Beberapa di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3446565/original/006264500_1620025902-20210503-Sampah-Impor-7.jpg)