Bisnis.com, JAKARTA – Investor institusi asal China, Chengdong Investment Corp melaporkan 17 transaksi divestasi saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang berlangsung sejak 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 20026.
Merujuk laporan kepemilikan saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Chengdong Investment melaporkan terjadinya penurunan jumlah kepemilikan saham BUMI sebanyak 3.713.353.900 saham atau setara dengan 1% hak suara. Sesui SID, kepemilikan perusahaan China itu terdaftar atas nama HSBC-Fund A/C Chengdong Investment Corp-Self.
Lebih terperinci, aksi divestasi Chengdong Investment di saham BUMI dimulai pada 23 Desember 2025. Saat itu, 300 juta saham BUMI dilepas di harga Rp386 per saham. Pada hari yang sama, Chengdong Investment kembali menjual 224 juta saham BUMI di harga Rp383 per saham.
Pada awal 2026, Chengdong Investment kembali melakukan tiga kali transaksi penjualan saham BUMI, yaitu sebanyak 291,41 juta di harga Rp409 per saham, 300 juta saham di harga Rp393 per saham, dan 8,58 juta saham di harga Rp409 per saham. Tiga transaksi itu terjadi pada 2 Januari 2026.
Harga divestasi tertinggi saham BUMI yang dilepas Chengdong Investment terjadi pada 5-7 Januari 2026. Chengdong Investment tercatat melakukan lima kali transaksi jual saham BUMI di level harga Rp461 per saham dengan total akumulasi saham sebanyak 1,2 miliar saham.
Sejalan dengan 17 aksi jual saham BUMI oleh Chengdong Investment, kepemilikan sahamnya menyusut dari 22.276.410.130 saham (5,99%) menjadi 18.563.056.230 saham (4,99%).
Apabila diakumulasi, total nilai transaksi divestasi Chengdong Investment terhadap saham BUMI mencapai Rp1.526.495.845.000 atau Rp1,52 triliun.
Transaksi Divestasi Saham BUMI oleh Chengdong InvestmentTanggal Transaksi Jumlah Saham Harga per Saham (Rp) Nilai Transaksi (Rp) 23 Des 300.000.000 386 115.800.000.000 224.000.000 383 85.792.000.000 24 Des 57.414.300 366 21.013.633.800 300.000.000 374 112.200.000.000 29 Des 300.000.000 363 108.900.000.000 255.000.000 367 93.585.000.000 30 Des 254.996.000 365 93.073.540.000 2 Jan 291.410.900 393 114.524.483.700 300.000.000 409 122.700.000.000 8.589.100 461 3.959.575.100 5 Jan 300.000.000 461 138.300.000.000 200.000.000 461 92.200.000.000 6 Jan 300.000.000 461 138.300.000.000 209.760.700 461 96.699.682.700 7 Jan 200.000.000 461 92.200.000.000 161.335.400 460 74.214.284.000 8 Jan 50.846.900 453 23.033.645.700 Total 3.713.353.300 - 1.526.495.845.000
Pada perkembangan lain, analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi menjelaskan saham BUMI muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk masuk ke MSCI Indonesia Global Standard. Pasalnya, emiten tersebut saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$10,3 miliar dengan tingkat free float sebesar 28,3%.
Likuiditas saham BUMI juga tergolong solid yang tecermin dari rata-rata nilai transaksi harian satu tahun terakhir yang mencapai US$36,7 juta.
“Dengan profil tersebut, kami memperkirakan potensi aliran dana asing yang dapat masuk ke saham BUMI berada di kisaran US$180 juta–US$300 juta apabila resmi masuk ke dalam indeks MSCI,” jelasnya dalam laporan, Jumat (9/1/2026).
Prasetya menjelaskan bahwa, potensi perubahan komposisi indeks MSCI telah ramai menjadi perhatian publik di pasar modal Indonesia pada awal 2026. Sebab, jelasnya, peninjauan indeks MSCI biasanya diikuti oleh pergerakan dana asing yang cukup signifikan.
MSCI sendiri dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan pada 10 Februari 2026 dengan tanggal efektif hasil kocok ulang atau rebalancing anggota konstituen indeks pada 1 Maret 2026.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




