MOJOKERTO, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengungkapkan kondisi terkini korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (9/1/2026).
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini meskipun memang masih ada pertambahan, tapi jauh lebih berkurang dari yang awal. Jadi, intinya insyaallah semakin ke sini semakin membaik perkembangannya," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Selasa (13/1/2026).
Dyan mengatakan, meskipun pihak yang terdampak usai mengonsumsi MBG bertambah, namun yang dirawat semakin menurun.
"Sekarang yang dirawat seluruh fasilitas kesehatan itu ada 158 (orang)," ucapnya.
Dyan menambahkan, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Soekandar saat ini tersisa 42 pasien.
Baca Juga: Kasus Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Mojokerto, Wagub Jatim Emil Turun Tangan
Terkait tes laboratorium (lab), Dyan menuturkan, hingga kini masih dalam proses. Namun begitu, ia menyebut hasilnya akan keluar paling lambat pada Kamis (15/12/2026).
"Ada beberapa yang harus diuji. Yang kimia memang sudah selesai, tetapi untuk lebih baiknya memang dalam proses, untuk yang mikrobiologinya maksimal hari Kamis," ucapnya.
Menindaklanjuti kejadian ini, Dyan mengatakan, pihaknya melakukan edukasi dan pemulihan psikologis kepada anak-anak yang diduga mengalami keracunan agar tidak trauma makan.
Baca Juga: Santri di Mojokerto Alami Mual dan Pusing, Diduga Keracunan MBG | BERITA UTAMA
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV, Antara
- keracunan
- mbg
- keracunan mbg
- mojokerto
- keracunan mbg di mojokerto
- dinkes mojokerto





